Ketidakseimbangan hormon disebut dapat menjadi salah satu pemicu utama kanker pada organ reproduksi, baik pada laki-laki maupun perempuan. Kondisi ini dikaitkan dengan kadar estrogen yang tinggi dan progesteron yang rendah, yang dinilai dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menghadapi pertumbuhan sel abnormal.
Dalam penjelasan tersebut, estrogen yang tinggi dan progesteron yang rendah disebut berpotensi melemahkan sistem imun. Akibatnya, sel-sel abnormal dinilai lebih mudah berkembang tanpa terdeteksi secara optimal oleh mekanisme pertahanan tubuh.
Isu ini disebut tidak hanya berkaitan dengan fungsi reproduksi, tetapi juga menyangkut daya tahan tubuh secara keseluruhan. Sistem imun yang terlatih serta keseimbangan hormon dipandang sebagai faktor penting untuk membantu menurunkan risiko berkembangnya kanker.
Pemahaman mengenai hubungan antara hormon dan sistem imun disebut sebagai langkah awal dalam upaya pencegahan, dengan tujuan mencegah kanker berkembang sebelum terlambat. Dalam konteks ini, tubuh yang berada dalam kondisi seimbang dinilai memiliki pertahanan yang lebih efektif.

