BERITA TERKINI
Ketua Umum IKPI Dorong Anggota Aktif di Ruang Publik sebagai Penulis, Pengajar, dan Pembicara

Ketua Umum IKPI Dorong Anggota Aktif di Ruang Publik sebagai Penulis, Pengajar, dan Pembicara

Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld menegaskan bahwa anggota IKPI memiliki peluang luas untuk berkontribusi di ruang publik, tidak hanya menjalankan praktik sebagai konsultan pajak. Ia menyebut anggota juga dapat berperan sebagai penulis, pengajar, pembicara, serta penggerak edukasi perpajakan.

Pernyataan tersebut disampaikan Vaudy saat membuka Seminar PPL IKPI Cabang Jakarta Barat di Aston Kartika, Rabu (5/11/2025). Menurutnya, IKPI sengaja membuka ruang partisipasi yang lebih luas karena profesi konsultan pajak perlu hadir lebih aktif dalam meningkatkan literasi perpajakan masyarakat.

Vaudy menilai isu perpajakan tidak seharusnya hanya dibahas di ruang teknis dan kantor, melainkan juga perlu masuk ke ranah pendidikan, media, dan diskusi publik. “Kami ingin konsultan pajak Indonesia naik kelas. Tidak hanya mengerjakan laporan pajak, tetapi ikut membangun edukasi publik. Karena ketika masyarakat paham pajak, negara diuntungkan dan profesi ini ikut dihargai,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa banyak anggota IKPI memiliki kemampuan intelektual dan pengalaman praktis yang layak dibagikan secara lebih luas. Karena itu, IKPI memberikan kesempatan bagi anggota untuk menjadi pengajar pelatihan, penulis artikel, pembicara seminar, hingga kontributor podcast dan ruang konsultasi publik.

“Kalau ilmu hanya disimpan, profesi ini tidak berkembang. Tapi kalau dibagikan, reputasi konsultan pajak naik, masyarakat terbantu, dan citra IKPI ikut menguat,” kata Vaudy.

Kesempatan tersebut, lanjut Vaudy, juga dimaksudkan untuk memberi ruang bagi generasi muda konsultan pajak agar dapat menunjukkan kompetensi sekaligus memperluas jejaring profesional. Ia mendorong anggota muda untuk tampil, berani berbicara, dan menulis demi ikut membentuk masa depan profesi.

Dalam kesempatan yang sama, Vaudy menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah anggota turut memperkuat posisi IKPI. Per 4 November 2025, jumlah anggota tercatat 7.704 orang, meningkat dari 7.093 pada 31 Desember 2024 dan 6.922 pada akhir 2023. Ia menilai pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap IKPI sebagai wadah profesional pajak.

“Pertumbuhan ini bukan sekadar data statistik. Ini bukti kepercayaan. Dan ketika kepercayaan itu ada, organisasi harus memberi ruang seluas mungkin agar anggotanya berkembang, bukan sekadar tercatat sebagai anggota,” ujar Vaudy.

Ia pun mengingatkan anggota, terutama yang baru bergabung, agar tidak pasif dalam organisasi. Menurutnya, kontribusi nyata dapat dilakukan melalui keterlibatan aktif, termasuk menulis, mengajar, dan berbagi pengetahuan.

Vaudy juga menegaskan kembali makna tiga yel-yel IKPI—“IKPI untuk Nusa Bangsa”, “IKPI Pasti Bisa”, dan “IKPI Jaya Jaya Jaya”—sebagai komitmen menghadapi tantangan zaman, termasuk digitalisasi dan modernisasi perpajakan. Ia menekankan pentingnya sikap adaptif, kolaboratif, dan peran aktif konsultan pajak di tengah masyarakat.