BERITA TERKINI
KONI Tegaskan PON sebagai Program Strategis Nasional, Siapkan Sejumlah Agenda Menuju 2028

KONI Tegaskan PON sebagai Program Strategis Nasional, Siapkan Sejumlah Agenda Menuju 2028

JAKARTA — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menegaskan Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan Program Strategis Nasional yang dinilai berperan penting dalam mendukung target Asta Cita di bidang olahraga nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Marciano saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 di Pullman Jakarta Central Park, Kamis (21/5/2026).

Marciano menyebut PON sebagai puncak pembinaan olahraga prestasi nasional yang perlu dijalankan secara berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari KONI Pusat, KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, hingga induk cabang olahraga.

“PON adalah momentum penting dalam membangun olahraga prestasi Indonesia. Kita harus memastikan pembinaan berjalan dari tingkat klub hingga nasional agar prestasi Indonesia semakin meningkat,” kata Marciano.

Ia menjelaskan, KONI tidak hanya berfokus pada PON utama yang digelar empat tahunan, tetapi juga mengembangkan agenda lain seperti PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja. Menurutnya, pengembangan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas ruang kompetisi atlet nasional sekaligus memperkuat pembinaan di berbagai cabang olahraga.

Marciano juga menilai prestasi olahraga Indonesia dalam setahun terakhir menunjukkan tren positif. Ia mencontohkan capaian kontingen Indonesia yang finis di posisi kedua pada SEA Games Thailand 2025.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras semua pihak. Atlet, pelatih, cabang olahraga hingga KONI daerah memiliki peran besar dalam membangun olahraga Indonesia,” ujarnya.

Dalam agenda ke depan, KONI mulai menyiapkan sejumlah event, termasuk PON Pantai 2026 di DKI Jakarta serta PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara. Selain itu, persiapan menuju PON XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), serta beberapa venue di DKI Jakarta juga menjadi fokus utama.

Marciano berharap PON 2028 tidak hanya berhasil dari sisi prestasi dan penyelenggaraan, tetapi juga memberi dampak ekonomi melalui pengembangan sport industry dan sport tourism.

“PON 2028 harus menjadi momentum persatuan bangsa sekaligus memberikan dampak ekonomi, publikasi dan pemanfaatan venue olahraga secara berkelanjutan,” ucapnya.

Rakernas KONI 2026 turut membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penyempurnaan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI serta penyelarasan kalender olahraga nasional agar tidak terjadi benturan jadwal antar cabang olahraga maupun daerah.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat yang membuka Rakernas mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga menegaskan pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan KONI dan seluruh cabang olahraga.

“KONI dan cabang olahraga adalah mitra strategis pemerintah. Ke depan, komunikasi dan sinergitas harus semakin kuat demi target besar olahraga Indonesia,” kata Taufik.

Musornaslub KONI 2026 juga dijadwalkan menentukan tuan rumah PON XXIII Tahun 2032. Hingga saat ini, pasangan Banten dan Lampung disebut menjadi kandidat tunggal penyelenggara.