BERITA TERKINI
Konsep Wellness Tourism Diperkenalkan di Wisata Boonpring Turen Malang

Konsep Wellness Tourism Diperkenalkan di Wisata Boonpring Turen Malang

MALANG — Konsep wellness tourism kini mulai diperkenalkan di Destinasi Wisata Boonpring, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Program ini disebut menawarkan pengalaman wisata holistik yang lebih nyaman bagi pengunjung.

Inisiatif tersebut dikenalkan oleh Universitas Kepanjen (UK) bersama SANTIQ Nusantara Holistik melalui peluncuran Boonpring Wellness Tourism. Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasono, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan bahwa praktik wellness tourism akan dijalankan oleh mahasiswa Universitas Kepanjen selama satu bulan ke depan.

Dalam konsep ini, pengunjung Boonpring mendapatkan layanan seperti terapi pijat refleksi, yoga relaksasi, walking barefoot, bekam, serta penanganan cedera. Selain itu, tersedia pula aktivitas forest bathing, fun walk, terapi ikan, hingga ramuan herbal berupa jamu-jamuan tradisional.

“Dengan menerapkan praktik keperawatan terintegrasi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi Desa Sanankerto untuk lebih berdaya produktif serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” kata Tri Nurhudi Sasono, Minggu (25/1/2026).

Peluncuran Boonpring Wellness Tourism turut dihadiri perwakilan pelaku usaha bidang pariwisata, di antaranya MHT Malang Health Tourism, Dacil Ardantya Syahreza, Fajar dari Jatim Park Grup, Kadin Malaysia, PT Dagang Gema Nusantara, Mr. Bosa dari Sudan, serta Sam Faris Suporter Entrepreneur.

Mahasiswa yang diterjunkan merupakan peserta praktik profesi ners Universitas Kepanjen angkatan 2025–2026 serta mahasiswa program komunitas tingkat 3. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat Desa Sanankerto, Turen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan pihaknya mengapresiasi program tersebut dan akan memfasilitasi pengembangan Boonpring Wellness Tourism ke depan. Ia juga menyebut rencana untuk mempresentasikan konsep ini dalam forum pariwisata nasional dan internasional.

Dengan hadirnya konsep destinasi wisata baru tersebut, penyelenggara berharap dapat mendorong peningkatan ekonomi desa sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.