BERITA TERKINI
Konser “Joining Hands” Ditargetkan Jadi Ajang Silaturahmi dan Persatuan Komunitas Keluarga Trinh pada 2026

Konser “Joining Hands” Ditargetkan Jadi Ajang Silaturahmi dan Persatuan Komunitas Keluarga Trinh pada 2026

Program musik bertajuk “Joining Hands” disiapkan sebagai salah satu sorotan budaya pada 2026 sekaligus ruang pertemuan untuk menghubungkan komunitas pengusaha, intelektual, pejabat, dan para pemimpin keluarga Trinh dari berbagai daerah.

Penyelenggara menempatkan musisi Trinh Cong Son sebagai tokoh sentral acara. Pemilihan tersebut disebut sebagai bentuk penghormatan atas warisan musik yang dinilai besar, sekaligus mencerminkan semangat melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai budaya tradisional.

Tema “Bergandengan Tangan” ditetapkan sebagai pesan utama program, dengan tujuan mendorong persatuan, persahabatan, dan pembangunan berkelanjutan di lingkungan komunitas keluarga Trinh.

Konser ini diperkirakan dihadiri sekitar 2.000 delegasi dan tamu. Undangan mencakup para pemimpin di berbagai tingkatan, perwakilan dari sejumlah kedutaan besar di Hanoi, serta pengusaha, intelektual, dan anggota asosiasi keluarga Trinh.

Dari sisi artistik, program menampilkan lebih dari 20 karya musik representatif yang dibagi dalam tiga bab: “Sang Penyair,” “Pelukis Potret Nasional,” dan “Bunga Terakhir di Langit.” Pertunjukan melibatkan sebuah band beranggotakan tujuh orang serta sejumlah artis tamu.

Nama-nama seniman yang dijadwalkan tampil antara lain Ha Le, Thai Hoa, Le Phuong Anh, Ha Trinh, Bich Ngoc, dan Trinh Tri Anh. Acara dipandu oleh Nguyen Huu Chien Thang dan Trinh Van Anh.

Menurut penyelenggara, konser dipentaskan dengan gaya pedesaan dan tradisional, menekankan unsur emosional serta kedalaman artistik. Panggung dirancang minimalis dengan penggunaan bambu, kayu, dan pencahayaan hangat untuk menghadirkan kembali suasana intim dan humanistik yang kerap dikaitkan dengan musik Trinh Cong Son.

Penyelenggara juga menyatakan program ini bersifat gratis dan didanai melalui sumbangan serta dukungan para pengusaha dan keturunan keluarga Trinh. Skema pendanaan tersebut disebut mencerminkan semangat kesukarelaan, tanggung jawab, dan solidaritas dalam membangun komunitas yang erat berdasarkan budaya dan nilai yang sama.

Selain sebagai pertunjukan seni, konser ini diposisikan sebagai kesempatan meningkatkan interaksi, memperluas kerja sama, dan memperkuat hubungan antargenerasi keluarga Trinh dalam konteks integrasi dan pembangunan.

Trinh Cong Son (28 Februari 1939–1 April 2001) dikenal sebagai salah satu komposer terbesar dalam musik modern Vietnam dan termasuk musisi Vietnam terlaris. Jumlah karyanya tidak memiliki hitungan pasti dan diperkirakan tidak kurang dari 600 lagu, dengan 236 lagu—baik lirik maupun musik—dikenal luas. Ia juga disebut sebagai penyair, pelukis, aktor, dan penyanyi yang membawakan sejumlah lagu ciptaannya sendiri.