BERITA TERKINI
Konten Anti-Vaksin Bude Wellness Viral, Picu Kritik Tenaga Kesehatan dan Klarifikasi Dokter

Konten Anti-Vaksin Bude Wellness Viral, Picu Kritik Tenaga Kesehatan dan Klarifikasi Dokter

Nama Bude Wellness menjadi perbincangan luas di media sosial setelah sejumlah konten yang bernada anti-vaksin serta sindiran terhadap profesi dokter beredar dan menuai reaksi keras.

Influencer yang diketahui bernama asli Rizki Novanti itu selama ini dikenal sebagai praktisi kesehatan holistik dengan pendekatan alternatif. Ia aktif membagikan konten seputar gaya hidup alami melalui akun Instagram @kynov_ dan platform Threads.

Kontroversi memuncak pada 17 Februari 2026, ketika tangkapan layar Instagram Story miliknya menyebar luas. Dalam unggahan tersebut, ia menanggapi pertanyaan warganet terkait vaksin dengan analogi moral yang dinilai mempertegas sikap anti-vaksin.

Seorang warganet bertanya, “Mbak, kalau sudah terlanjur divaksin gimana ya?” Alih-alih memberikan penjelasan medis, Bude Wellness menjawab dengan menyamakan vaksinasi dengan kesalahan yang bisa menjadi kebiasaan jika diulang. “Kalau bikin salah sekali, namanya khilaf. Kalau udah tahu salah tapi diulang lagi, namanya tuman (kebiasaan),” tulisnya.

Pernyataan itu memicu respons dari tenaga kesehatan yang menilai narasi tersebut berpotensi membahayakan publik. Di Threads, akun @fajrianhaikalfaros yang diketahui seorang dokter membalas dengan menyertakan data klinis mengenai vaksin HPV. Ia menyebut pasien kanker serviks yang ditanganinya sebagian besar belum pernah menerima vaksin pencegahan sebelumnya, serta menyatakan vaksin terbukti secara ilmiah dapat menurunkan risiko kanker serviks hingga 99 persen.

Sejumlah dokter lain, termasuk @tirtawatiwijaya.md dan @destinandre, turut menyampaikan klarifikasi berbasis evidence-based medicine. Mereka menekankan bahwa pendekatan holistik tidak semestinya mendiskreditkan sains medis modern yang telah melalui uji klinis ketat.

Kontroversi kian meluas setelah Bude Wellness mengunggah pernyataan lain yang dinilai menyudutkan profesi dokter secara umum. Perdebatan pun berkembang di media sosial, mempertemukan narasi kesehatan alternatif dengan penjelasan medis berbasis bukti.