BERITA TERKINI
Laporan GWI 2025: AS Masih Pimpin Ekonomi Wellness Global, Lima Pasar Teratas Kuasai 58% Pangsa

Laporan GWI 2025: AS Masih Pimpin Ekonomi Wellness Global, Lima Pasar Teratas Kuasai 58% Pangsa

Laporan Global Wellness Economy: Country Rankings (data 2019-2024) yang melengkapi Global Wellness Economy Monitor GWI 2025 memetakan ukuran industri wellness di 145 negara. Laporan ini membandingkan besaran ekonomi wellness dengan skala ekonomi nasional masing-masing negara, menghitung pengeluaran wellness per kapita, serta menelaah tren pertumbuhan lima tahun di berbagai pasar. Selain itu, laporan ini memuat ringkasan analisis dan profil data ekonomi wellness untuk enam wilayah global.

Pada 2024, lima pasar wellness terbesar dunia tetap sama seperti pada 2019. Amerika Serikat berada di posisi teratas dengan nilai sekitar US$2,1 triliun, diikuti Tiongkok (US$950 miliar), Jerman (US$281 miliar), Jepang (US$262 miliar), dan Inggris (US$261 miliar).

Data menunjukkan ekonomi wellness global terkonsentrasi di tiga kawasan utama: Amerika Utara, Asia-Pasifik, dan Eropa. Lima pasar terbesar tersebut menyumbang hampir 58% dari total ekonomi wellness global, sementara 25 pasar teratas mewakili 86%. Amerika Serikat sendiri berkontribusi hampir 32% dari keseluruhan ekonomi wellness global pada 2024.

Meski susunan 25 negara teratas relatif stabil sepanjang 2019-2024, beberapa negara mencatat kenaikan peringkat yang menonjol, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, India, Australia, Polandia, dan Belanda.

Dampak pandemi pada 2020 terlihat luas di kelompok 25 pasar terbesar. Hanya tiga negara yang tidak mengalami penurunan terkait pandemi pada tahun itu, yakni Arab Saudi, Belanda, dan Taiwan. Namun, sejak 2020 hampir seluruh pasar wellness terbesar kembali masuk jalur pertumbuhan yang kuat. Jika membandingkan 2024 dengan 2019, semua pasar dalam 25 besar—kecuali Jepang—telah melampaui ukuran pra-pandemi ketika diukur dalam dolar AS. Sementara itu, ketika dihitung menggunakan mata uang lokal, seluruh pasar dalam 25 besar disebut telah pulih sepenuhnya.

Dari kelompok 25 pasar teratas, sembilan negara menonjol karena pertumbuhan yang melampaui rata-rata global 6,2% per tahun pada periode 2019-2024. Arab Saudi dan India tercatat mencatat pertumbuhan tahunan di atas 11%. Meksiko dan Polandia tumbuh lebih dari 9% per tahun. Adapun Inggris, Belanda, Kanada, Amerika Serikat, dan Australia berada pada kisaran 7,5% hingga 8,5% per tahun.

Jika melihat seluruh negara yang dianalisis, sepuluh negara dengan pertumbuhan tahunan lima tahun tertinggi (2019-2024) adalah Uni Emirat Arab (14,3%), Arab Saudi (12,2%), India, Kroasia, dan Kuba (10,5%–11,5%), serta Rumania, Meksiko, Kosta Rika, Kazakhstan, dan Polandia (9%–10%).

Laporan ini juga menyoroti pengaruh depresiasi mata uang terhadap pengukuran ekonomi wellness, terutama di sejumlah negara Asia seperti Jepang, India, Korea Selatan, Thailand, Indonesia, dan Filipina, serta Brasil dan banyak negara Eropa. Di negara-negara tersebut, kinerja ekonomi wellness dinilai lebih kuat ketika diukur dalam mata uang lokal.

Dari sisi pendorong pertumbuhan, empat sektor disebut menyumbang bagian terbesar dari ekspansi ekonomi wellness di pasar terbesar maupun yang tumbuh cepat, yakni wellness real estate, wellness tourism, perawatan pribadi dan kecantikan, serta makanan sehat, nutrisi, dan penurunan berat badan.

Untuk pengeluaran per kapita, nilai tertinggi tercatat di negara-negara berpendapatan tinggi seperti Islandia, Swiss, Amerika Serikat, Austria, dan Australia, serta di negara yang sangat bergantung pada pariwisata seperti Aruba dan Seychelles (serta Islandia). Seluruh negara tersebut memiliki pengeluaran wellness per kapita lebih dari US$5.000 pada 2024, jauh di atas rata-rata global yang tercatat sebesar US$831.