Anggota legislatif Yonathan menilai pariwisata Bali memiliki peluang baru melalui pengembangan sport dan wellness tourism. Ia mengatakan Bali tidak hanya identik dengan beach club, karena wisatawan kini semakin banyak melirik fasilitas kesehatan serta tempat-tempat olahraga yang mulai tumbuh di pulau tersebut.
Dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Denpasar, Jumat, Yonathan menceritakan pertemuannya dengan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa beberapa waktu lalu. Dari pertemuan itu, ia menyebut terlihat adanya pergeseran tren dan perilaku masyarakat yang semakin sadar akan kesehatan.
Menurut Yonathan, wisatawan lokal maupun mancanegara saat ini datang ke Bali bukan hanya untuk menikmati wisata budaya, alam, bahari, dan kuliner, tetapi juga untuk menikmati wellness dan olahraga. Ia mencontohkan olahraga padel yang sedang populer, dengan banyak tamu mancanegara dan lokal datang ke Bali untuk bermain padel dalam suasana tropikal khas Bali.
Yonathan menilai hal tersebut menjadi salah satu kekuatan Bali yang dapat terus didorong dan dikembangkan, terlebih dengan dukungan sarana dan fasilitas penunjang yang disebutnya sudah bertaraf internasional. Ia menyebut Bali memiliki beragam daya tarik, mulai dari adat budaya, kuliner, alam, hingga aktivitas bahari seperti watersport dan menyelam, serta pulau-pulau di sekitarnya.
Ia juga mendorong pelaku wisata untuk mengemas layanan dalam paket perjalanan singkat. Yonathan mengusulkan bundling perjalanan tiga hari dua malam, misalnya hari pertama mengunjungi destinasi budaya dan menonton pertunjukan seni, hari kedua menikmati kuliner otentik Bali dilanjutkan dengan bermain padel dan watersport, lalu hari ketiga berbelanja oleh-oleh khas Bali.
Selain itu, Yonathan mengusulkan agar hotel-hotel yang belum memiliki fasilitas olahraga dapat bekerja sama dengan pemilik fasilitas olahraga di luar hotel dengan penawaran harga yang menarik. Namun, ia menekankan fasilitas tersebut perlu memenuhi syarat kualitas, manajemen, serta perlakuan terhadap tamu yang berkunjung dan menikmati waktu luang di Bali.
Yonathan juga menilai akan lebih baik apabila fasilitas olahraga memiliki sentuhan nuansa Bali, karena dapat menjadi pembeda dan memberikan nilai unik dibanding fasilitas serupa di tempat lain.

