Sahur menjadi waktu penting saat menjalankan ibadah puasa karena berperan dalam mengisi energi untuk beraktivitas sepanjang hari. Namun, bangun dini hari dan menyiapkan makanan kerap menjadi tantangan. Karena itu, sebagian orang memilih memanaskan ulang makanan sisa berbuka untuk disantap saat sahur.
Meski memanaskan ulang makanan pada dasarnya boleh dilakukan, sejumlah jenis makanan disebut sebaiknya tidak dipanaskan kembali karena berisiko memengaruhi keamanan pangan maupun kualitas gizinya. Berikut lima makanan yang disarankan untuk tidak dipanaskan ulang.
1. Bayam
Sayur bayam disarankan untuk langsung dihabiskan dan tidak dihangatkan kembali. Bayam diketahui memiliki kadar nitrat yang tinggi, yang dapat berubah menjadi nitrit saat dipanaskan ulang dan berpotensi berbahaya.
Ilmuwan pangan Dr. Bryan Quoc Le, Ph.D, juga menyebut bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya rentan terkontaminasi E. coli, baik dari air limbah yang mengalir maupun hewan liar di ladang. Menurutnya, bayam yang dimasak hingga matang bisa bebas dari E. coli, tetapi risiko dapat muncul bila bayam dimasak tidak benar, didinginkan, lalu dipanaskan kembali dengan cara yang tidak tepat sehingga patogen berpotensi berkembang biak dan memicu gejala keracunan makanan.
2. Telur
Dr. Duvenage dari Institut Sumber Daya Alam di University of Greenwich, London, menyarankan telur tidak dipanaskan kembali. Ia menyatakan makanan kaya protein lebih baik dikonsumsi dingin dalam 24 jam setelah dimasak daripada dipanaskan ulang.
Menurutnya, memanaskan kembali telur dapat menyebabkan protein teroksidasi, yang disebut dapat memunculkan zat penyebab kanker dalam makanan.
3. Jamur
Jamur juga termasuk makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan ulang. Selain dapat membuat rasa dan tekstur menjadi kurang enak, pemanasan ulang disebut bisa merusak protein dan nutrisinya.
Jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan, konsumsi jamur dapat memicu sakit perut dan risiko lainnya. Dr. Duvenage menyebut, seperti halnya telur, saat protein teroksidasi, kondisi tersebut dapat membuatnya bersifat karsinogenik atau berpotensi menyebabkan kanker.
4. Ayam
Memanaskan ulang ayam disebut dapat membuat protein menjadi keras dan kering. Selain itu, ayam yang tidak disimpan dengan benar berisiko terkontaminasi salmonella. Bakteri ini dapat bertahan selama proses memasak dan bisa berkembang biak bila penyimpanannya tidak tepat.
Untuk mengurangi risiko, ayam disarankan disimpan di lemari es dan dipanaskan kembali pada suhu 74 derajat Celsius untuk membantu membunuh bakteri.
5. Kentang
Kentang yang dipanaskan ulang disebut dapat mengubah struktur patinya dan memicu pembentukan senyawa beracun bernama solanin. Solanin yang rasanya pahit ini dapat menyebabkan mual, muntah, dan gangguan pencernaan.
Dr. Le juga menyebut kentang yang sudah dingin dan dibiarkan pada suhu ruang dapat meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan akibat Bacillus cereus yang dapat berkembang biak. Karena itu, kentang disarankan segera disimpan di lemari es dan dipanaskan kembali hanya saat akan langsung dikonsumsi.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, menyiapkan porsi secukupnya atau memasak kembali saat sahur dapat menjadi pilihan agar makanan tetap aman dan kualitasnya terjaga.

