BERITA TERKINI
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Pembinaan Seni Tari dan Musik untuk Siswa SD di Sidomulyo Batang

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Pembinaan Seni Tari dan Musik untuk Siswa SD di Sidomulyo Batang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT 21 Posko 13 UIN Walisongo Semarang menggelar program pendidikan non-formal berbasis seni di Desa Sidomulyo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan selama masa pengabdian mahasiswa di dua sekolah dasar, yakni SD 01 Sidomulyo dan SD 02 Sidomulyo.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui pembinaan seni, mahasiswa mendorong pengembangan potensi siswa secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kreativitas, kepercayaan diri, dan pembentukan karakter.

Di SD 01 Sidomulyo, pembinaan difokuskan pada seni tari dan digelar setiap hari Sabtu. Mahasiswa membimbing siswa mempelajari dasar-dasar tari, mulai dari teknik koordinasi tubuh, pengenalan ritme, hingga penyusunan koreografi sederhana secara berkelompok. Setiap sesi diawali dengan pemanasan ringan sebelum memasuki latihan inti.

Salah satu guru SD 01 Sidomulyo menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Kami sangat menghargai program yang diadakan oleh mahasiswa KKN. Seni tari bukan sekadar tentang gerakan, tetapi juga tentang pelatihan disiplin, kekompakan, dan keberanian anak untuk tampil. Kami melihat ada perubahan yang positif pada siswa sejak kegiatan ini dimulai,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat dari kehadiran dan partisipasi aktif mereka dalam setiap sesi latihan. Seorang siswa kelas IV mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat senang dapat belajar menari setiap hari Sabtu. Gerakannya menyenangkan dan saya jadi lebih berani tampil di depan teman-teman. Saya ingin dapat menari dengan lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, di SD 02 Sidomulyo, mahasiswa memperluas pembinaan dengan menghadirkan pelatihan seni tari dan musik yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat. Dalam kegiatan musik, siswa dikenalkan pada dasar-dasar irama, tempo, serta teknik vokal sederhana. Mahasiswa juga memanfaatkan alat musik yang tersedia di sekolah dan mengajak siswa menyanyikan lagu anak-anak maupun lagu daerah.

Setiap pertemuan di SD 02 Sidomulyo diawali dengan permainan pemecah suasana agar pembelajaran berlangsung santai namun tetap terarah. Siswa juga diberi kesempatan tampil di depan teman-temannya sebagai bagian dari latihan mental dan upaya meningkatkan rasa percaya diri.

Salah satu guru SD 02 Sidomulyo menilai kegiatan tersebut membuat siswa lebih bersemangat dalam aktivitas kreatif. “Kami sangat menghargai kegiatan mahasiswa KKN yang secara rutin menghadirkan pembinaan seni tari dan musik. Anak-anak tampak lebih bersemangat dan terlibat dalam aktivitas positif setiap hari Jumat. Selain dapat meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga membantu dalam membentuk karakter mereka sehingga menjadi lebih percaya diri dan disiplin,” tuturnya.

Seorang siswa kelas V juga menyampaikan kesannya. “Saya sangat senang dapat berlatih menari dan bermain musik setiap hari Jumat. Latihan ini seru dan saya jadi lebih percaya diri untuk tampil di depan kelas,” katanya.

Mahasiswa KKN MIT 21 berharap program seni ini dapat menjadi pijakan awal bagi penguatan kegiatan ekstrakurikuler di kedua sekolah. Menurut mereka, pembinaan seni tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta keberanian tampil di depan umum.

Kehadiran mahasiswa setiap pekan juga disebut membantu mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat sekolah. Ke depan, hasil latihan siswa diharapkan dapat ditampilkan dalam kegiatan sekolah maupun desa agar pembinaan yang telah berjalan dapat berlanjut meski masa KKN telah usai.