BERITA TERKINI
Mahasiswa Unismuh Makassar Raih Juara 2 Nasional Lomba Esai UNESA Lewat Gagasan Pembelajaran Digital Lontara

Mahasiswa Unismuh Makassar Raih Juara 2 Nasional Lomba Esai UNESA Lewat Gagasan Pembelajaran Digital Lontara

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Irwan Aditia, meraih Juara 2 Nasional dalam lomba esai pada ajang National EduFair IX yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sabtu, 24 Mei 2025. Irwan juga tercatat sebagai Runner Up 1 Duta Kampus Unismuh Makassar 2025.

Kompetisi tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Negeri Surabaya, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Udayana, Universitas Negeri Malang, serta Unismuh Makassar.

Dalam perlombaan itu, Irwan mengusung esai berjudul “Apps Learni Lontara: Inovasi Media Pembelajaran Mulok Siswa Fase B Berbasis Kearifan Lokal Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Gagasan tersebut menawarkan pendekatan penguatan pendidikan muatan lokal berbasis kearifan lokal Bugis-Makassar melalui pengembangan media pembelajaran digital yang interaktif.

Menurut Irwan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran muatan lokal penting untuk menjaga identitas budaya daerah sekaligus tetap relevan dengan perkembangan zaman. “Melalui esai ini, saya ingin membuktikan bahwa pendidikan berbasis kearifan lokal dapat dikemas secara modern dan tetap relevan dengan semangat zaman,” ujarnya.

Apresiasi atas capaian tersebut juga datang dari Ketua Komunitas Duta Kampus Unismuh. Ia menilai prestasi Irwan menunjukkan bahwa duta kampus Unismuh tidak hanya unggul dalam etika dan komunikasi, tetapi juga mampu bersaing di ranah akademik tingkat nasional.

“Ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk aktif mengekspresikan gagasan, membumikan kearifan lokal, dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa melalui jalur akademik,” ujarnya.

Keberhasilan Irwan Aditia dinilai menjadi dorongan bagi sivitas akademika Unismuh Makassar untuk terus berinovasi dan berprestasi, sekaligus menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan dalam pendidikan.