Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Gedung Jayasabha, Rabu (11/2/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah proyek strategis, mulai dari rencana pembangunan bandara baru, kereta ringan atau LRT (Light Rail Transit), hingga kelanjutan Tol Gilimanuk–Mengwi.
Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN, Eka Chandra Buana, menyampaikan bahwa beberapa proyek infrastruktur di Bali telah masuk agenda perencanaan nasional. Ia menyebut LRT sudah masuk dalam pembahasan, sementara rencana bandara baru masih berada pada tahap skema. Proyek Tol Gilimanuk–Mengwi sepanjang 96,84 kilometer juga turut dibicarakan dalam perencanaan tersebut.
Pambudy menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memprioritaskan pengembangan infrastruktur Bali secara menyeluruh, mencakup konektivitas darat, laut, dan udara. Ia juga menekankan percepatan infrastruktur digitalisasi. Dalam pertemuan itu, Pambudy disebut langsung berkomunikasi dengan sejumlah menteri terkait untuk membahas tindak lanjut program.
Selain infrastruktur, Pambudy menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi Bali. Ia mengingatkan bahwa saat pandemi Covid-19 melanda, pertanian menjadi penopang utama perekonomian di Pulau Dewata.
Menanggapi hal tersebut, Koster menyatakan pertanian merupakan salah satu prioritas pembangunan Bali. Ia mengatakan pemerintah daerah tengah mendorong pengembangan pertanian organik. Menurutnya, Bali secara umum berada dalam kondisi surplus pangan, namun komoditas bawang putih masih bergantung pasokan dari luar daerah dan menjadi perhatian pemerintah provinsi.
Koster juga memaparkan fokus pemerataan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah, seperti Buleleng, Karangasem, dan Tabanan. Di sisi lain, ia meminta kepastian dari pemerintah pusat terkait kelanjutan Tol Gilimanuk–Mengwi yang dinilai krusial untuk mengurai kemacetan, terutama arus kendaraan logistik dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Denpasar dan sekitarnya.
Sebagai solusi jangka menengah, Koster mendorong optimalisasi jalur laut dengan meningkatkan kapasitas tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Celukan Bawang, Amed, dan Kusamba. Ia berharap distribusi logistik dari Ketapang dapat langsung diarahkan ke Celukan Bawang untuk mengurangi beban lalu lintas darat, sementara kebutuhan distribusi untuk Bali Timur dapat ditangani melalui Pelabuhan Amed atau Kusamba.
Menurut Koster, penguatan kapasitas pelabuhan tersebut diharapkan dapat menekan volume kendaraan logistik di jalur darat dan mengurangi kemacetan yang dipicu tingginya mobilitas angkutan barang.

