BERITA TERKINI
Mentrans Siapkan Dua Agenda: Revitalisasi dan Transformasi Kawasan Transmigrasi

Mentrans Siapkan Dua Agenda: Revitalisasi dan Transformasi Kawasan Transmigrasi

JAKARTA — Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan Kementerian Transmigrasi ke depan akan memfokuskan kerja pada dua agenda besar, yakni revitalisasi dan transformasi kawasan transmigrasi.

Pernyataan itu disampaikan Iftitah saat membuka Pameran Ekspedisi Patriot ITB 2025 di Gedung Center for Arts, Design and Language (CADL), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Senin, 23 Februari 2026. Ia menjelaskan revitalisasi ditujukan untuk menyelesaikan persoalan mendasar, seperti lahan dan infrastruktur dasar. Adapun transformasi diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Revitalisasi untuk menyelesaikan persoalan seperti lahan dan infrastruktur dasar, sedangkan transformasi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” kata Iftitah, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurut Iftitah, program transformasi ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi agar lebih merata dan berkelanjutan. Ia juga menilai distribusi sumber daya manusia (SDM) ke kawasan transmigrasi menjadi kebutuhan. “Mendistribusikan SDM untuk ke kawasan-kawasan transmigrasi itu adalah satu keharusan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Iftitah mengapresiasi Pameran Ekspedisi Patriot ITB 2025 yang dinilai menjadi ruang penyampaian hasil kerja Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITB 2025. Program ini menghasilkan ratusan rekomendasi, mulai dari evaluasi kawasan, pengembangan komoditas unggulan, penguatan kelembagaan ekonomi, pemenuhan infrastruktur dasar, hingga penanganan konflik kawasan transmigrasi.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyampaikan bahwa program Tim Ekspedisi Patriot selaras dengan visi ITB sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdampak. “Kami sangat senang dan sangat bersemangat dengan Ekspedisi Patriot ini karena memang salah satu targetnya ITB adalah menjadi universitas yang unggul dan berdampak,” katanya.

Program Ekspedisi Patriot ITB 2025 melibatkan 57 tim dengan 57 dosen dari 13 fakultas atau sekolah sebagai ketua tim, serta 228 anggota yang terdiri atas mahasiswa aktif dan alumni. Kegiatan berlangsung sekitar 3,5 bulan, sejak 26 Agustus hingga 9 Desember 2025, di 29 kawasan transmigrasi yang tersebar di 21 provinsi dari Aceh hingga Papua.

Kolaborasi Kementerian Transmigrasi dan ITB juga diwujudkan melalui pembukaan Program Studi Beasiswa Patriot 2026 untuk jenjang S2 di sejumlah Kampus Patriot yang berada di kawasan transmigrasi. Di Kampus Patriot Barelang, Batam, Kepulauan Riau, ITB membuka Program Studi Logistik dan Perencanaan Kepariwisataan. Di Kampus Patriot Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, dibuka Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Geodesi dan Geomatika, Teknik Kimia, serta Rekayasa Pertambangan.

Sementara di Kampus Patriot Salor, Merauke, Papua Selatan, tersedia Program Studi Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi, Teknik Geologi, Teknik Mesin Pertanian, serta Sistem dan Teknologi Informasi.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat revitalisasi dan transformasi kawasan transmigrasi menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.