BERITA TERKINI
Negara Anggota WHO Tegaskan Komitmen Agenda Imunisasi 2030 di WHA ke-79

Negara Anggota WHO Tegaskan Komitmen Agenda Imunisasi 2030 di WHA ke-79

Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama mitra kesehatan global menegaskan kembali komitmen terhadap Agenda Imunisasi 2030 (IA2030) dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) ke-79 yang digelar pada 18–23 Mei 2026. Dalam forum tersebut, vaksin kembali ditekankan sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling ampuh, hemat biaya, dan adil.

Lebih dari 70 negara anggota dan kelompok regional, bersama aktor non-negara, mitra teknis, serta asosiasi profesional, menyatakan dukungan kuat terhadap Tinjauan Jangka Menengah IA2030 di bawah butir agenda WHA 12.3. Mereka menilai program imunisasi yang kuat tetap menjadi fondasi kesiapsiagaan menghadapi wabah, ketangguhan sistem kesehatan, dan keamanan kesehatan jangka panjang.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap sistem kesehatan global akibat konflik, guncangan iklim, ketidakstabilan ekonomi, serta menurunnya kepercayaan terhadap sains, negara-negara anggota menyerukan program imunisasi berkelanjutan yang dipimpin oleh negara. Mereka juga mendorong integrasi yang lebih dalam dengan layanan kesehatan primer, serta dukungan yang lebih terarah dari badan dan mitra kesehatan global, khususnya untuk wilayah yang rapuh, rentan, dan terdampak konflik.

Dalam diskusi WHA, para delegasi berulang kali mengingatkan bahwa kemajuan menuju target IA2030 masih melenceng dari jalur yang diharapkan dan bahwa lanskap imunisasi global kian rapuh. Meningkatnya wabah campak, menurunnya cakupan imunisasi rutin di sejumlah wilayah, serta melebaranya kesenjangan akses vaksin disebut menyingkap celah berbahaya yang perlu segera ditangani.

Delegasi menekankan perlunya memulihkan ketertinggalan, terutama bagi anak-anak yang belum pernah menerima dosis imunisasi atau yang imunisasinya belum lengkap dan berada di luar jangkauan layanan kesehatan esensial. Mereka juga mengakui keberhasilan inisiatif “Big Catch-Up” sebagai salah satu mekanisme penting untuk menjangkau kelompok tersebut.

Isu investasi menjadi tema utama perdebatan. Sejumlah negara anggota memperingatkan bahwa tanpa investasi yang dipertahankan dan komitmen politik yang kuat, dunia berisiko mengalami kemunduran dalam cakupan imunisasi dan pengendalian penyakit. Dalam konteks ini, negara-negara anggota menekankan pentingnya investasi domestik dan kepemilikan negara untuk menjaga peningkatan imunisasi dalam jangka panjang.

Seruan untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin regional dan mendiversifikasi rantai pasokan juga menguat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada pasar eksternal sekaligus memperkuat keamanan vaksin global.

Selain tantangan pendanaan dan akses, diskusi menyoroti ancaman yang kian besar dari disinformasi, keraguan terhadap vaksin, dan menurunnya kepercayaan publik. Negara-negara anggota menilai membangun kembali kepercayaan terhadap vaksin akan menjadi kunci pencapaian tujuan IA2030, terutama ketika narasi palsu terus menyebar cepat di berbagai platform digital.

Beberapa negara mendorong penguatan keterlibatan masyarakat, investasi komunikasi kesehatan, serta strategi berbasis bukti untuk melawan disinformasi dan ketidakpercayaan.

Dalam pembahasan mengenai masa depan imunisasi, delegasi memaparkan visi yang lebih luas, tidak hanya menutup kesenjangan kekebalan. Sejumlah negara menyampaikan kemajuan dalam memperkenalkan vaksin baru, memodernisasi sistem pengawasan, memperluas registri imunisasi digital, serta memperkuat pendekatan vaksinasi sepanjang siklus hidup untuk melindungi masyarakat di berbagai kelompok usia.

Para delegasi juga menekankan pentingnya mengintegrasikan imunisasi ke dalam sistem layanan kesehatan primer dan kerangka kesiapsiagaan nasional, agar negara lebih siap merespons pandemi dan wabah penyakit di masa depan.

Menanggapi masukan negara-negara anggota, WHO menyatakan komitmen untuk memajukan rekomendasi Tinjauan Jangka Menengah IA2030, memprioritaskan anak-anak yang belum pernah menerima dosis vaksin dan pemerataan, membangun kembali kepercayaan terhadap vaksin, serta memperkuat kolaborasi dengan Gavi, UNICEF, dan mitra lainnya.

WHO juga menekankan perlunya koordinasi yang lebih kuat di seluruh arsitektur kesehatan global yang terus berkembang guna mempertahankan capaian imunisasi hingga 2030 dan seterusnya. Seiring berjalannya dekade ini, negara-negara anggota mengisyaratkan bahwa keberhasilan IA2030 tidak hanya bergantung pada inovasi ilmiah, tetapi juga pada komitmen politik, pendanaan berkelanjutan, kepercayaan masyarakat, dan solidaritas internasional.