Seniman Nguyen Thu Thuy secara resmi meluncurkan pameran keramik bertajuk The Beginning. Pameran ini menampilkan 30 karya dari seri “Echoes” berupa patung dada keramik, serta enam karya dari seri “Reincarnation” berupa patung keramik bundar. Seluruh karya dibuat dalam rentang 2021 hingga 2025.
Dalam penjelasannya, Nguyen Thu Thuy mengangkat makna “Khoi Thuy” (Asal Usul) sebagai konsep yang memiliki beberapa lapisan. Ia menyebutnya sebagai penanda awal perjalanannya berkarya dengan keramik sekaligus pengingat akan namanya. Istilah itu juga merujuk pada unsur air, salah satu elemen fundamental dalam seni keramik ketika Bumi dan Api bertemu.
The Beginning menandai perubahan penting dalam praktik artistik Thu Thuy. Setelah menggelar tiga pameran lukisan tunggal di Museum Seni Rupa Vietnam—Memory Matching (2021), Water’s Lens (2022), dan Many Faces of Humanity (2024)—yang dikenal dengan gaya poligon, kini ia beralih dari medium dua dimensi ke patung keramik tiga dimensi. Peralihan ini juga mengubah bahasa visualnya dari bentuk poligonal di kanvas menjadi bentuk geometris di ruang.
Thu Thuy mengatakan keterlibatannya di dunia keramik bermula dari undangan untuk belajar dari guru Hoàng Nghĩa Hiệp. Ia menambahkan, ketenangan dan kesendirian selama masa karantina COVID-19 membuatnya memutuskan untuk mendedikasikan diri pada keramik sebagai pengrajin magang, bukan sekadar seniman yang mencoba material baru.
Ia menggambarkan proses belajar keramik sebagai rangkaian pemahaman atas sifat tanah liat: cara menyiapkan dan membentuk, mengetahui kapan memberi tekanan, merasakan tingkat kelembapan, hingga menentukan langkah pembuatan tembikar yang sesuai dengan cuaca kering atau lembap. Tahap berikutnya meliputi pelapisan glasir dan pembakaran. Menurutnya, seperti seni pada umumnya, pembuatan tembikar menuntut kreativitas untuk melahirkan keindahan yang segar dan unik.
Pelukis Nguyễn Mai Hương, Presiden Asosiasi Seniman Asia di Vietnam, menilai pendekatan Thu Thuy dalam keramik menunjukkan pergeseran cara memecah figur manusia. Jika dalam lukisan akrilik ia memecah wajah menjadi blok warna segitiga pada bidang datar, maka pada keramik ia memecah figur manusia menjadi berbagai keadaan emosional dalam bentuk tiga dimensi.
Seri “Reincarnation” ditampilkan dalam bentuk yang berbeda dengan menonjolkan lingkaran dan busur di atas alas kayu hitam. Dalam penjelasan kuratorialnya, lingkaran dipandang sebagai kebalikan dari segitiga dan poligon, sekaligus konvergensi dari seluruh poligon. Jika sebuah lingkaran dibagi menjadi segitiga dalam jumlah tak terhitung, hasilnya adalah poligon dengan sisi tak terhitung—yang disebut sebagai definisi matematis dari lingkaran.
Seri ini diposisikan sebagai titik temu dari perjalanan kreatif yang beragam, ketika berbagai bagian menyatu menjadi satu kesatuan. Jika “Echoes” dipahami sebagai dialog dengan kemanusiaan, maka “Reincarnation” membuka dialog dengan alam semesta. Meski mengalir melalui berbagai bentuk—dari seni grafis dan lukisan hingga kanvas dan keramik—karya Thu Thuy dinilai tetap mempertahankan esensinya: aspirasi mengekspresikan keindahan dan kedalaman emosi manusia.
Peneliti Pham Minh Quan dari Sekolah Ilmu dan Seni Interdisipliner, Universitas Nasional Vietnam, Hanoi, menyebut “Echoes” sebagai rangkaian patung dada keramik yang digunakan Thu Thuy untuk meneliti potret sebagai permukaan memori. Setiap patung memiliki lapisan glasir yang berbeda: ada yang biru tua retak menyerupai lapisan batuan kuno, ada pula yang merah, hitam, atau kuning cerah seperti “pakaian simbol” yang kuat. Wajah yang tertutup dan mata yang diam dikontraskan dengan permukaan keramik yang tergores dan bernoda, bertanda tulisan serta grafiti. Dengan mengubah potret menjadi lanskap emosional, “Echoes” mengajukan pertanyaan tentang identitas, sejarah, serta jejak yang terlihat dan tak terlihat pada tubuh.
Soal teknik, Thu Thuy menjelaskan patung-patung dada dalam seri “Echoes” dibuat dengan metode pengecoran slip, melibatkan para pengrajin keramik terampil di Bat Trang. Setelah kerangka dasar ditetapkan, ia menyempurnakan dan menambahkan detail dekoratif secara langsung, sehingga setiap patung menjadi karya yang unik. Kombinasi keahlian pengrajin tradisional dan bahasa artistik sang seniman menghasilkan 30 karya “Echoes” dengan cerita dan keadaan emosional yang berbeda-beda.
Bersamaan dengan pameran, Thu Thuy dijadwalkan menggelar lokakarya mendekorasi seni keramik menggunakan karya “Segel Kuda” serta perhiasan keramik unik pada Jumat, 2 Januari 2026 pukul 19.30–21.30, serta Sabtu dan Minggu, 3–4 Januari 2026 pada sesi 08.30–11.30, 13.30–17.30, dan 19.30–21.30.
Pameran The Beginning berlangsung hingga 7 Januari 2026 di Pusat Kebudayaan dan Seni, Jalan Hang Buom 22, Kelurahan Hoan Kiem, Hanoi.

