BERITA TERKINI
OJK: Jumlah Investor Saham di Sultra Naik 24% dalam Setahun

OJK: Jumlah Investor Saham di Sultra Naik 24% dalam Setahun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat jumlah investor saham di wilayah tersebut tumbuh 24% dalam setahun terakhir. Per Agustus 2025, jumlah investor saham mencapai 38 ribu orang, naik dari 30 ribu investor pada periode yang sama tahun 2024.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan kenaikan ini menunjukkan masyarakat mulai melihat saham sebagai alternatif investasi yang lebih mudah dan terjangkau. Ia menyebut terdapat tambahan sekitar tujuh ribu investor baru yang masuk ke pasar saham.

Selain saham, OJK juga mencatat pertumbuhan pada instrumen investasi lainnya. Jumlah investor reksa dana meningkat 22,78% atau bertambah sekitar 18 ribu orang menjadi hampir 97 ribu investor. Sementara investor Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh 12,5%, dari 2.300 orang menjadi 2.600 investor.

Secara keseluruhan, data per November 2025 menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) di Sultra mencapai 157.693 rekening, tumbuh 40,68% secara tahunan. Bismi menilai meningkatnya minat investasi menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, di tengah tren positif tersebut, OJK mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap risiko dan keamanan dalam berinvestasi. Berdasarkan data per Januari 2026, total kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal di Sultra tercatat mencapai Rp21,8 miliar.

Kota Kendari menjadi wilayah dengan laporan aktivitas keuangan ilegal tertinggi, yakni 579 laporan dengan nilai kerugian Rp10,7 miliar. Karena itu, OJK mengimbau investor, khususnya investor baru, untuk menerapkan prinsip Legal dan Logis (2L) sebelum menyetorkan modal, dengan memastikan legalitas entitas serta kewajaran imbal hasil yang dijanjikan.

Di tingkat nasional, jumlah investor pasar modal disebut telah mendekati 21 juta SID dari sebelumnya sekitar 20 juta. Direktur Perdagangan dan Peraturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyampaikan lebih dari sembilan juta SID di antaranya merupakan investor saham.

Sementara itu, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menargetkan penambahan dua juta investor pasar modal pada 2026. Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menyebut pencapaian target tersebut membutuhkan peran pelaku pasar, termasuk perusahaan sekuritas, bank kustodian, serta agen penjual lainnya untuk menarik investor baru.