BERITA TERKINI
Oleg Sanchabakhtiar Dorong Kebangkitan Indonesia Video Music Awards, Tegaskan Video Musik Kini Jadi “Movement”

Oleg Sanchabakhtiar Dorong Kebangkitan Indonesia Video Music Awards, Tegaskan Video Musik Kini Jadi “Movement”

Sutradara video musik Oleg Sanchabakhtiar menilai peran video musik tetap penting, bahkan semakin krusial di era digital ketika konten dapat diunggah dengan cepat. Menurutnya, video musik bukan sekadar pelengkap lagu, melainkan “wajah, jiwa, dan identitas” dari sebuah karya musik.

Oleg dikenal sebagai salah satu figur yang terlibat dalam perkembangan video musik Indonesia sejak medio 1990-an. Pada periode ketika video musik menjadi media promosi penting bagi perilisan rekaman, ia disebut telah menggarap sedikitnya 300 video musik dari berbagai penyanyi dan grup band di Indonesia.

Sepanjang kariernya, Oleg juga disebut menerima sejumlah penghargaan, di antaranya untuk kategori Sutradara Terbaik, Director of Photography (DOP) Terbaik, Cameramen Terbaik, Lighting Terbaik, Art Director Terbaik, dan Editor Terbaik. Selain penghargaan individual, beberapa video karyanya juga pernah meraih predikat video terbaik tahunan, bulanan, hingga favorit pilihan penonton.

Dalam periode berikutnya, Oleg sempat berfokus hampir satu dekade sebagai creative director untuk sejumlah grup band, terutama Noah. Ia juga kerap terlibat dalam penanganan konser-konser besar pada sektor art dan kreatif.

Berbekal pengalaman tersebut, Oleg berinisiatif menghidupkan kembali ajang penghargaan video musik melalui Indonesia Video Music Awards (IMVA). Gagasan ini digulirkan kembali pada 2025, dengan pendekatan format yang disebut lebih visioner, terstruktur, modern, dan relevan bagi generasi digital. Ajang ini pada era 1990-an dikenal luas sebagai Video Musik Indonesia (VMI) dan sempat vakum selama beberapa dekade.

Oleg menyatakan IMVA ditujukan sebagai sistem apresiasi yang serius, berkelanjutan, dan memiliki standar profesionalisme. Ia juga menekankan bahwa ajang tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni penghargaan atau nostalgia, melainkan menjadi bagian dari “arsitektur video musik Indonesia” di masa kini.

Untuk IMVA 2026, Oleg memaparkan tiga pilar utama. Pertama, Piala Swaradrisya untuk kategori profesional dengan sistem kurasi berjenjang. Penilaian dilakukan berdasarkan kekuatan naratif, visual, konsistensi artistik, serta relevansi karya dalam pengembangan ekosistem industri kreatif. Ia menegaskan karya yang terpilih tidak semata karena viral, melainkan dinilai layak secara kualitas. Pemenang kategori ini, dengan standar nilai internasional, disebut akan dipersiapkan untuk mewakili Indonesia di forum dan kompetisi video musik internasional.

Kedua, Rising & Youth Category yang diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi kemunculan generasi muda untuk membangun identitas visual musik Indonesia secara profesional dan berdaya saing. Oleg menyebut kategori profesional akan digelar sejak awal 2026, sementara kategori ini disiapkan sebagai ruang bagi talenta muda.

Ketiga, Special Competition Series yang telah dimulai sejak awal tahun sebelumnya. Seri ini mencakup karya dengan konsep organik, hybrid, hingga AI video. Menurut Oleg, industri bergerak cepat sehingga kreator Indonesia perlu siap bersaing di tingkat internasional.

Oleg menambahkan, di tengah algoritma yang bergerak cepat dan atensi publik yang pendek, kualitas tetap perlu mendapat ruang. Ia meyakini jika kualitas karya kuat, karya Indonesia layak tampil di panggung internasional.

Informasi lebih lanjut mengenai Indonesia Video Music Awards dapat diakses melalui situs resmi www.indonesiavideomusicawards.com.