BERITA TERKINI
OST Film Na Willa ‘Sikilku Iso Muni’ Diperkenalkan Perdana di Penutupan Festival Imlek Nasional

OST Film Na Willa ‘Sikilku Iso Muni’ Diperkenalkan Perdana di Penutupan Festival Imlek Nasional

Lagu original soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh kepada publik dalam acara penutupan Festival Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.

Penampilan tersebut dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman, yang sebelumnya dikenal sebagai pengisi suara sekaligus penyanyi untuk film animasi Jumbo. Keduanya tampil bersama para pemeran anak dalam film Na Willa, yakni Luisa Adreena (Na Willa), Freya Mikhayla (Farida), dan Ibrahim Arsenio (Bud), menghadirkan kolaborasi yang mempertemukan dua semesta cerita animasi.

Sebelum memperkenalkan lagu baru itu, Prince dan Quinn mengajak penonton bernostalgia dengan membawakan “Selalu Ada di Nadimu”. Antusiasme pengunjung meningkat ketika “Sikilku Iso Muni” mulai dinyanyikan secara penuh dan disambut meriah oleh ribuan orang yang hadir.

“Sikilku Iso Muni” merupakan karya ciptaan Laleilmanino dengan aransemen yang ringan dan ceria. Lagu ini disebut mencerminkan imajinasi serta rasa ingin tahu khas dunia anak-anak, sekaligus membawa pesan bahwa keseharian sederhana dapat terasa ajaib dari sudut pandang seorang anak.

Selain penampilan musik, acara juga menayangkan official trailer Na Willa yang membawa penonton ke atmosfer Indonesia tahun 1960-an. Para pemain, termasuk Irma Rihi yang memerankan Mak, turut hadir dalam sesi bincang-bincang untuk menceritakan proses membangun chemistry antar-pemain.

Prince Poetiray menyampaikan kebanggaannya dapat terlibat dalam momen tersebut. Ia menilai semangat dalam film Na Willa mengingatkannya pada pengalaman awal saat menggarap Jumbo. “Waktu ikut membawakan lagu ini bareng teman-teman Na Willa, rasanya mengingatkanku ke masa awal aku mengerjakan Jumbo dulu, sama-sama penuh semangat, keceriaan, kehangatan, dan dikerjakan dengan hati. Aku yakin Na Willa juga akan jadi film yang dekat di hati banyak orang,” ujar Prince.

Penulis dan sutradara Na Willa, Ryan Adriandhy, menegaskan musik memegang peran penting dalam membangun emosi film. “Di Na Willa, musik bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari cara kami bercerita. ‘Sikilku Iso Muni’ lahir dari semangat dunia anak-anak yang sederhana tapi penuh imajinasi,” kata Ryan.

Nuansa Festival Imlek Nasional yang menjunjung toleransi dinilai selaras dengan nilai dalam film Na Willa yang memotret kehangatan keluarga di tengah keragaman budaya Indonesia. Antusiasme publik juga terlihat melalui fasilitas interaktif seperti booth mewarnai dan Perpustakaan Keliling Na Willa yang ditujukan untuk meningkatkan literasi di ruang publik.

Film Na Willa, yang diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dan diproduksi oleh Visinema Studios, dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan libur Lebaran. Film ini mengisahkan seorang gadis enam tahun penuh imajinasi yang memandang gang kecil tempat tinggalnya sebagai dunia ajaib. Ketika teman-temannya mulai bersekolah, ia belajar bahwa tumbuh dewasa berarti merelakan tanpa kehilangan rasa ingin tahu.