BERITA TERKINI
Pameran “Kisah Balai Komunal Vu Thach dan Pendiri Kerajinan Ukir dan Tatahan” Dibuka di Hanoi

Pameran “Kisah Balai Komunal Vu Thach dan Pendiri Kerajinan Ukir dan Tatahan” Dibuka di Hanoi

Pameran seni bertajuk “Kisah Balai Komunal Vu Thach dan Pendiri Kerajinan Ukir dan Tatahan” resmi dibuka pada malam 16 Januari di Balai Komunal Vu Thach, 29 Jalan Hang Khay, Kelurahan Cua Nam, Hanoi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komite Rakyat Kelurahan Cua Nam bekerja sama dengan Komite Rakyat Komune Chuyen My, kurator Nguyen The Son, serta sekelompok seniman.

Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat produk-produk tatahan mutiara dari Chuyen My sekaligus menelusuri keindahan kerajinan tradisional yang terkait dengan sejarah Thang Long–Hanoi. Kurator Nguyen The Son turut menyampaikan pidato dalam pembukaan acara.

Pameran tersebut merupakan ruang kesembilan dalam rangkaian proyek “Kisah Kuil-Kuil di Kota” yang telah berjalan di Hanoi selama lebih dari dua tahun. Fokus pameran kali ini adalah kisah Kuil Vu Thach dan kerajinan tatahan mutiara—sebuah kerajinan tangan kelas atas yang pernah berkembang pesat dan terkait dengan kawasan sekitar Danau Luc Thuy (kini Danau Hoan Kiem) serta jalan kerajinan Hang Khay.

Sejumlah seniman menampilkan karya mereka, antara lain Vu Xuan Dong, Le Dang Ninh, Truong Hoang Hai, Pham Thuy Tien, Do Hiep, dan Nguyen The Son. Melalui lukisan, instalasi, dan bentuk seni kontemporer lainnya, karya-karya tersebut meneliti sejarah kerajinan tatahan serta menghadirkan kembali semangat kreatif komunitas pengrajin yang pernah tinggal, bekerja, dan menjalankan kehidupan keagamaan di sekitar Balai Komunal Vu Thach.

Acara ini dihadiri delegasi dari berbagai lembaga dan organisasi, para pengrajin, serta warga setempat yang menaruh perhatian pada warisan budaya dan kerajinan tradisional.

Wakil Ketua Komite Rakyat Kelurahan Cua Nam, Trinh Ngoc Tram, menilai pameran ini sebagai kegiatan bermakna yang berkontribusi dalam menghormati nilai warisan balai komunal dan kerajinan tatahan mutiara di tengah kehidupan perkotaan. Ia menyebut pameran sebagai upaya lokal untuk mempromosikan nilai warisan budaya yang terkait dengan ruang balai komunal, sekaligus menghadirkan seni kontemporer kembali ke lembaga budaya tradisional. Menurutnya, rangkaian kegiatan seperti pameran, lokakarya, seminar, dan tur seni ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, dalam melestarikan dan mempromosikan kerajinan tradisional.

Penyelenggara juga menjelaskan bahwa Kuil Vu Thach merupakan tempat ibadah bagi jenderal terkenal Khoa Ba Son, pahlawan pada era Saudari Trung, yang disebut berkontribusi penting dalam pemberontakan melawan penjajah asing dan perlindungan negara. Selama berabad-abad, kuil ini tidak hanya menjadi ruang sakral kehidupan keagamaan masyarakat, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan seni yang tercermin dalam arsitektur, sistem dekrit kerajaan, plakat horizontal, bait-bait puisi, serta artefak keagamaan yang diukir dan dihias.

Kurator Nguyen The Son menilai penyelenggaraan pameran seni di rumah-rumah komunal, di tengah konteks urbanisasi, dapat menjadi pendekatan baru untuk “mengaktifkan” warisan budaya dan menciptakan hubungan antara masa lalu dan masa kini.

Kerajinan tatahan mutiara disebut berasal dari desa Chuon Ngo di Komune Chuyen My, Hanoi, dan berkembang pesat di kawasan sekitar Danau Hoan Kiem pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Seiring perkembangan Hanoi yang direncanakan mengikuti model perkotaan kolonial, Jalan Hang Khay—yang oleh Prancis pernah disebut Rue des Incrusteurs—menjadi kawasan padat pengrajin tatahan, menghasilkan berbagai produk yang diminati warga kota maupun pengunjung asing.

Namun, berbagai pergolakan sejarah membuat jalanan kerajinan tersebut berangsur memudar, menyisakan jejak di ruang Balai Komunal Vu Thach dan dalam memori kota. Karena itu, pameran ini tidak hanya memperkenalkan karya seni, tetapi juga diarahkan untuk membangkitkan kembali kebanggaan atas sejarah jalanan kerajinan, sekaligus mendorong pelestarian dan promosi nilai warisan budaya Thang Long–Hanoi dalam kehidupan kontemporer.

Salah seorang warga Kelurahan Cua Nam, Le Thanh Huong, mengaku terkesan dengan karya-karya yang dipamerkan. Ia menilai karya para seniman dibuat dengan teliti, kaya estetika, mampu membangkitkan keindahan tatahan mutiara tradisional sekaligus menghadirkan semangat kontemporer. Menurutnya, pameran ini bukan hanya ruang apresiasi seni, tetapi juga menjadi pengingat dan sarana penyebaran nilai kerajinan tatahan mutiara serta warisan budaya Thang Long–Hanoi, terutama kepada generasi muda.