BERITA TERKINI
Pameran SENUSA Jadi Wadah Ekspresi dan Kolaborasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY

Pameran SENUSA Jadi Wadah Ekspresi dan Kolaborasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMY

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2025 menggelar pameran seni bertajuk SENUSA (Seni Nusantara) sebagai tugas akhir mata kuliah Berpikir Kreatif. Pameran ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan ide, berkolaborasi lintas kelas, sekaligus merayakan hasil pembelajaran kreatif selama satu semester.

Dosen pengampu mata kuliah Berpikir Kreatif, Muhammad Muttaqien, S.I.Kom., M.Sn., mengatakan pameran tersebut dirancang sebagai ruang belajar yang tidak semata berorientasi pada hasil, tetapi juga menekankan proses. Menurutnya, mahasiswa belajar menuangkan ide ke dalam karya, mengelola emosi, berkomunikasi, serta bekerja sama satu sama lain.

Pameran SENUSA diikuti 272 mahasiswa semester awal yang terbagi dalam tujuh kelas. Dari jumlah tersebut, peserta dibagi ke dalam dua divisi besar, yakni divisi acara dan divisi artisan, agar setiap mahasiswa memperoleh pengalaman yang seimbang antara pengelolaan kegiatan dan penciptaan karya.

Divisi acara diisi perwakilan tiga mahasiswa dari setiap kelas yang bertanggung jawab pada perencanaan dan pelaksanaan pameran. Sementara itu, mahasiswa lainnya tergabung dalam divisi artisan yang bekerja dalam kelompok kecil untuk memproduksi karya seni.

Muttaqien menilai, meski sebagian besar mahasiswa semester satu belum memiliki pengalaman praktik seni secara intensif, mereka menunjukkan respons positif ketika ditantang menghasilkan luaran perkuliahan yang berbeda dari pembelajaran konvensional.

Pameran SENUSA mengusung tema “Cerita dari Tanah Nusantara” yang merefleksikan keberagaman budaya, pengalaman, serta sudut pandang mahasiswa terhadap Indonesia. Dari tema tersebut, mahasiswa menghasilkan 42 karya seni dengan beragam bentuk, mulai dari seni kriya, instalasi, poster, lukisan, hingga fotografi.

Muttaqien juga menyoroti proses kreatif yang terlihat selama pameran berlangsung, mulai dari brainstorming dan diskusi kelompok hingga kemampuan merancang serta menjalankan acara. Ia berharap kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi mahasiswa dan menjadi bekal penting untuk perjalanan akademik mereka.

“Harapan saya, melalui kegiatan ini mahasiswa memiliki memori yang kuat bahwa belajar itu menyenangkan. Proses belajar bukan hanya soal nilai, tetapi juga tentang pengalaman, kebersamaan, dan rasa bangga atas karya yang telah mereka hasilkan,” kata Muttaqien.