Materi tugas Bahasa Indonesia kelas 12 pada halaman 198 membahas perbandingan dua teks yang terdapat dalam buku paket Kemendikbud mulai halaman 193, yakni teks berjudul “Gerr” dan “Menimbang Ayat-Ayat Cinta”. Siswa diminta mengidentifikasi hal yang dikaji dalam masing-masing teks serta menentukan mana yang termasuk teks esai dan mana yang termasuk teks kritik.
Pembahasan ini disusun berdasarkan isi teks esai dan kritik pada bagian tersebut, serta disebut sebagai contoh pendamping belajar, bukan jawaban yang bersifat mutlak.
Dalam teks “Gerr”, pembahasan berfokus pada sebuah kelompok teater yang dikenal dengan nama Teater Mandiri, termasuk sosok Putu Wijaya yang terkait di dalamnya. Teks ini tidak menyajikan sinopsis, melainkan deskripsi mengenai Teater Mandiri dan karya-karya yang pernah dipentaskan. Data yang digunakan cenderung bersumber dari pengalaman serta sudut pandang penulis, dengan penilaian yang disampaikan melalui pendapat pribadi. Pada teks ini juga tidak ditemukan kajian teori yang dinyatakan secara eksplisit, dan keutuhan pembahasannya menonjolkan hal-hal yang dianggap menarik oleh penulis.
Sementara itu, teks “Menimbang Ayat-Ayat Cinta” memuat ulasan terhadap karya sastra berbentuk novel “Ayat Ayat Cinta” yang ditulis Habiburahman El Shirazy. Di dalamnya terdapat sinopsis singkat sekaligus deskripsi mengenai novel. Penulis menyampaikan pujian dan kritik, termasuk kelebihan serta kelemahan karya, dengan pendekatan yang disebut lebih objektif dan menyeluruh. Penilaian didukung alasan yang logis; meski teori tidak ditampilkan secara eksplisit, kajian dilakukan melalui argumentasi yang dianggap rasional. Keutuhan pembahasan juga mencakup beragam aspek, seperti alur cerita, latar, dan tokoh.
Berdasarkan perbandingan tersebut, “Gerr” dikategorikan sebagai teks esai, sedangkan “Menimbang Ayat-Ayat Cinta” ditetapkan sebagai teks kritik.

