Pemerintah Kota Magelang menyatakan keinginan menjadikan ajang lari Tidar Borobudur 10K sebagai agenda rutin tahunan. Kegiatan ini diproyeksikan untuk mendorong kemajuan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan ajang tersebut direncanakan menjadi agenda tetap. Pemkot juga mempertimbangkan usulan penambahan kategori half marathon agar dapat menjaring lebih banyak pelari, termasuk dari mancanegara.
Ajang Tidar Borobudur 10K yang digelar di Alun-Alun Kota Magelang pada Minggu diikuti sedikitnya 8.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai atlet lari hingga masyarakat umum. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.
Para peserta berkompetisi dalam kategori 10K, 5K, dan 3K, dengan rute yang melintasi jalan-jalan protokol di Kota Magelang. Panitia juga menyiapkan beragam hadiah, termasuk sepeda listrik dan satu unit mobil.
Damar menegaskan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor wisata olahraga. Ia menyambut baik masukan terkait pengembangan kategori lomba demi memperluas daya tarik acara.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi penyelenggaraan ajang tersebut. Ia menilai penataan kegiatan berlangsung baik, didukung udara kota yang sejuk serta kondisi jalan yang steril selama pelaksanaan.
Bima menyebut kegiatan seperti ini dapat menjadi cara kreatif untuk menambah PAD dan dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan pada tahun berikutnya. Ia juga mengusulkan penambahan kategori half marathon.
Selain aspek olahraga, Bima turut menyoroti komitmen Kota Magelang dalam mengampanyekan gaya hidup sehat, termasuk upaya pengendalian merokok. Ia menilai kesuksesan acara juga tidak lepas dari dukungan seluruh unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) setempat.