Perayaan Hari Kartini di lingkungan Sekolah Santo Leo III, Cikarang, kembali digelar pada April dengan rangkaian kegiatan yang memadukan ekspresi budaya, musik, dan penguatan kepercayaan diri siswa. Kegiatan ini diisi dengan karnaval parade budaya, lomba fashion show, serta pentas seni dari berbagai unit pendidikan.
Puncak kegiatan diawali dengan karnaval yang diikuti siswa SD Santo Leo III. Barisan siswa keluar dari gerbang sekolah dan berjalan beriringan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, seperti kebaya Jawa dan kain Ulos Batak. Karnaval berlangsung di bawah suasana Cikarang yang terik dengan latar pepohonan palem di sekitar rute.
Keunikan karnaval ini terlihat dari iringan musik yang dibawakan kelompok musik sekolah. Para siswa memainkan pianika dan alat perkusi dalam format drumband, mengalunkan lagu “Ibu Kita Kartini” secara serempak. Selain itu, “Mars Santo Leo” juga dimainkan untuk menambah semangat peserta parade.
Selain karnaval, unit TK dan SMP Santo Leo III menyelenggarakan lomba fashion show. Lapangan basket sekolah disulap menjadi lintasan peragaan busana, sementara unit TK menyiapkan panggung di dalam ruang kelas. Dalam kegiatan tersebut, siswa tampil satu per satu dengan busana adat dan menunjukkan keberanian tampil di hadapan publik. Seluruh siswa TK menerima medali sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat mereka dalam perayaan.
Penyelenggara menempatkan fashion show bukan sekadar ajang menampilkan busana, melainkan sarana pembelajaran karakter. Kegiatan ini diarahkan untuk melatih keberanian tampil, mengenalkan ragam pakaian adat beserta detailnya, serta mendorong kreativitas dalam membawakan karakter busana melalui gerak dan sikap.
Semangat Kartini juga dihadirkan melalui pentas seni siswa SMA Santo Leo III. Dalam pentas tersebut, siswa menampilkan ragam budaya melalui tari dan alunan musik yang mengusung inovasi sesuai perkembangan zaman.
Secara keseluruhan, perayaan Hari Kartini di Sekolah Santo Leo III Cikarang menjadi ruang bagi siswa untuk merayakan emansipasi, mengekspresikan identitas budaya, serta mengasah kepercayaan diri. Rangkaian kegiatan ini juga dimaknai sebagai upaya menjembatani nilai tradisional dengan semangat modernitas melalui praktik kesetaraan, hak berekspresi, dan kebanggaan terhadap identitas bangsa.
Intan Prasetya Dimas Puspitasari, Kepala SD Santo Leo III, turut disebut dalam kegiatan tersebut.