MANGUPURA—Persaingan memperebutkan pasar pekerja jarak jauh (digital nomads) di Asia disebut semakin menguat. Bali, yang selama ini menjadi salah satu destinasi utama, kini menghadapi tantangan dari negara lain seperti Vietnam dan Thailand yang dinilai semakin agresif menarik pekerja remote global melalui fasilitas dan insentif yang kompetitif.
Community Development Manager B-Work Bali, Rizna Maharani, mengatakan dinamika persaingan itu mulai terlihat dari respons anggota coworking space. Ia menyebut ada anggota yang mempertimbangkan alternatif destinasi selain Bali.
“Banyak member kami bilang kalau tidak di Bali, mereka akan ke Vietnam atau Thailand. Jadi Bali harus tetap menjaga kualitas fasilitas dan kenyamanan,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Rizna menilai daya tarik coworking space tidak lagi hanya bertumpu pada ketersediaan WiFi dan meja kerja. Menurutnya, ekosistem komunitas, peluang networking, serta kenyamanan menjadi pembeda utama dibandingkan bekerja dari kafe.
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, B-Work mengembangkan konsep “from community for community” melalui berbagai kegiatan networking, termasuk Bali Founders Startup Meetup Mastermind.
Selain penguatan komunitas, perusahaan juga menghadirkan Belief Co-Living di kawasan Canggu. Fasilitas yang ditawarkan mencakup dapur bersama, gym, sauna, kolam renang, rooftop bar, restoran, hingga ruang kerja khusus bagi penghuni.
Ekspansi juga dilakukan melalui pengembangan wellness center berbasis teknologi Korea Selatan yang menawarkan analisis kebutuhan tubuh secara personal. Langkah ini diposisikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pengguna di tengah persaingan destinasi digital nomads di kawasan Asia.

