Kelompok Kerja Persatuan Wartawan Indonesia (Pokja PWI) Kota Bandung menggelar kegiatan Workshop dan Halalbihalal di Kota Bandung, Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Pers yang Sehat di Era Digital”.
Acara tersebut sekaligus menjadi momentum penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus Pokja PWI Kota Bandung masa bakti 2024-2026 di hadapan para anggota. Laporan itu diserahkan langsung kepada Sekretaris Umum PWI Jawa Barat, Tantan S. Bukhwan.
Ketua Pokja PWI Kota Bandung, Zaenal Ihsan, mengatakan penyampaian laporan merupakan bagian dari komitmen pengurus untuk menjaga transparansi, evaluasi, dan komunikasi organisasi. “Ini bukan hal yang wajib disampaikan karena tidak seperti status di perwakilan, tapi kami ingin menghadirkan tanggung jawab, evaluasi, dan komunikasi. Harapannya, laporan ini bisa menjadi bahan introspeksi bagi siapa pun yang kelak mengemban amanah kepengurusan Pokja PWI Kota Bandung,” ujar Ihsan.
Dalam laporan tersebut, Ihsan memaparkan sejumlah capaian selama dua tahun kepengurusan. Di bidang pendidikan dan peningkatan kompetensi, Pokja PWI Kota Bandung memperbarui nota kesepahaman dengan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia untuk jangka waktu lima tahun.
Selain itu, pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang difasilitasi Pokja PWI Kota Bandung mencatatkan tingkat kelulusan hingga 90 persen. Ihsan menilai capaian itu menjadi dorongan bagi anggota untuk terus meningkatkan profesionalisme. “Ini luar biasa dan menjadi dorongan bagi teman-teman anggota untuk terus meningkatkan profesionalisme melalui uji kompetensi,” katanya.
Capaian lain yang disampaikan adalah pengelolaan kanal podcast Pokja PWI Kota Bandung. Ihsan menyebut podcast tersebut menjadi salah satu inovasi organisasi dan telah menjadi percontohan, bahkan diadopsi PWI Pusat sebagai sarana sosialisasi program, penguatan komunikasi organisasi, dan penjalinan kemitraan. “Podcast yang dikelola Pokja Kota Bandung ini menjadi yang pertama, bahkan sebelum PWI Pusat menghadirkan hal serupa,” ucapnya.
Ihsan juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) yang selama ini mendukung berbagai program Pokja PWI Kota Bandung, termasuk kolaborasi program rutin PWI Berbagi. “Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi luar biasa IKWI. Dukungannya sangat berarti,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ihsan menyampaikan permohonan maaf atas nama jajaran pengurus atas berbagai kekurangan selama menjalankan amanah periode 2024-2026. “Kesempurnaan hanya milik Allah, tapi kami terus berikhtiar. Mohon maaf atas segala kelemahan dan kekurangan dalam mengelola organisasi sebesar PWI ini,” katanya.
Sementara itu, sesi workshop menghadirkan narasumber Drs. Askur Rivai, praktisi media sekaligus akademisi dari Fikom Unisba. Materi membahas tantangan pers di era digital, mulai dari perubahan pola distribusi informasi, pengaruh algoritma, disinformasi, hoaks, clickbait, kemunculan content creator dan influencer, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kerja jurnalistik.
Workshop tersebut juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat prinsip dasar jurnalistik, terutama verifikasi, akurasi, independensi, dan tanggung jawab sosial. Di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut menjaga kualitas karya jurnalistik tanpa meninggalkan Kode Etik Jurnalistik.
Pokja PWI Kota Bandung menyatakan melalui kegiatan ini wartawan diharapkan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sembari menjadikan etika, literasi digital, dan kepentingan publik sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Workshop dan Halalbihalal ini menjadi agenda penutup masa bakti kepengurusan Pokja PWI Kota Bandung periode 2024-2026, sekaligus ruang silaturahmi dan penguatan komitmen anggota dalam membangun ekosistem pers yang sehat di era digital.
Penyelenggaraan kegiatan turut didukung sejumlah mitra, yakni Bank BJB, Solusi Bangun Indonesia, Anata, bank bjb Syariah, dan Star.