Presiden Prabowo Subianto tercatat telah tiga kali mengunjungi Perancis sepanjang 2026. Kunjungan itu berlangsung pada 23 Januari 2026, 14 April 2026, dan terbaru pada 27 Mei 2026.
Rangkaian perjalanan tersebut berkaitan dengan agenda diplomasi Indonesia dengan Perancis, termasuk pertemuan dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, pembahasan kerja sama strategis, serta pemenuhan undangan kunjungan kenegaraan yang sempat tertunda.
Kunjungan pertama: agenda diplomasi bilateral
Pada kunjungan perdana tahun ini, Jumat (23/1/2026), Prabowo tiba di Paris setelah menyelesaikan kunjungan kerja di Davos, Swiss. Kunjungan itu disebut sebagai bagian dari agenda diplomasi bilateral untuk memperkuat hubungan kerja sama strategis Indonesia dan Perancis.
Dalam agenda tersebut, Prabowo dijadwalkan bertemu Emmanuel Macron dalam jamuan santap malam pribadi di Istana Elysee. Pertemuan itu menjadi momentum untuk membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Perancis di berbagai bidang strategis.
Kunjungan kedua: pertemuan empat mata setelah dari Rusia
Kunjungan kedua berlangsung pada April 2026, setelah Prabowo melakukan lawatan ke Rusia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan, Prabowo terbang ke Paris usai bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa.
Menurut Teddy, pertemuan Prabowo dan Putin berlangsung selama lima jam di Istana Kremlin, sebelum Prabowo bertolak menuju Perancis dan tiba tengah malam di Paris.
Di Paris, Prabowo dijadwalkan menggelar pertemuan empat mata dengan Emmanuel Macron di Istana Élysée pada Selasa (14/4/2026). Teddy menyebut pembahasan difokuskan pada peningkatan kerja sama strategis kedua negara, sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait dinamika global.
Kunjungan ketiga: memenuhi undangan yang sempat tertunda
Kunjungan terbaru pada 27 Mei 2026 disebut dilakukan untuk memenuhi undangan Emmanuel Macron yang sempat tertunda. Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, undangan tersebut awalnya direncanakan pada April 2026, namun tidak terlaksana karena jadwal kedua kepala negara tidak cocok.
Sugiono menjelaskan, undangan kembali disampaikan Macron saat Prabowo berada di Paris dalam pertemuan sebelumnya. Karena undangan telah diajukan kembali, Prabowo kemudian memenuhi undangan itu dan hadir di Paris dalam rangka kunjungan kenegaraan, yang disebut sebagai kunjungan balasan atas kunjungan Macron ke Indonesia.