BLITAR — Prediksi bisnis yang berpotensi booming pada 2026 mulai ramai dibicarakan di kalangan pelaku usaha dan generasi muda yang mencari peluang baru. Sejumlah sektor dinilai akan mengalami lonjakan permintaan, sementara beberapa bidang lain disebut mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan.
Pembahasan tersebut disampaikan Coach Ben dalam video yang diunggah akun Instagram @coachbenabadi. Ia menilai perubahan perilaku konsumen menjadi faktor utama yang menggeser daya tarik sejumlah bisnis yang sebelumnya populer.
Menurutnya, beberapa sektor mulai memasuki fase jenuh, seperti barbershop, coffee shop, hingga bisnis startup konvensional yang disebut mengalami penurunan antusiasme pasar. Ia melihat tren konsumsi masyarakat bergerak dari sekadar gaya hidup ala kafe dan layanan jasa standar, menuju layanan yang menawarkan pengalaman serta manfaat personal yang lebih jelas.
Coach Ben juga menyinggung potensi dampak teknologi kecerdasan buatan terhadap bisnis konsultan tradisional. Ia menilai kemunculan AI seperti ChatGPT 5 dapat membuat sebagian layanan konsultasi berisiko tergeser apabila tidak cepat beradaptasi, mengingat kemampuan AI yang kian mumpuni dalam menyusun proposal, membuat perencanaan usaha, hingga memberikan analisis pasar secara instan.
“Sekarang orang bisa bikin business plan dengan sekali klik, tidak perlu lagi bayar mahal untuk konsultasi,” ujarnya.
Di sisi lain, ia memprediksi sektor wellness akan menjadi salah satu yang paling menjanjikan pada 2026. Bisnis seperti skincare, spa, serta turunan industri kesehatan disebut berpeluang tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hidup sehat dan kualitas hidup yang lebih baik.
Ia turut menyoroti potensi pasar makanan sehat, mulai dari paket katering diet, makanan rendah kalori, hingga minuman cold-pressed. Segmen ini dinilai memiliki peluang pertumbuhan tinggi karena konsumen disebut bersedia membayar lebih mahal selama produk dinilai sehat dan praktis.
“Market ini masif. Orang sekarang mau bayar lebih mahal asalkan sehat dan praktis,” katanya. Tren tersebut, menurutnya, juga diperkuat dengan semakin banyak perusahaan yang menyediakan fasilitas kesehatan dan layanan makanan sehat bagi karyawannya.
Selain wellness, sektor properti dan konstruksi juga disebut masih menjanjikan. Meski harga properti terus meningkat, permintaan terhadap layanan interior, konstruksi, aluminium, kaca, hingga furnitur custom dinilai tetap tinggi. Ia menilai masyarakat tidak hanya mengejar kepemilikan rumah, tetapi juga menginginkan ruang tinggal yang estetis dan nyaman.
Coach Ben mencontohkan pasar Bali yang disebutnya menjadi magnet investor lokal maupun asing. Ia menyebut banyak agen properti high-end yang berfokus menjual vila bernuansa tropis dengan desain kayu premium bernilai miliaran rupiah.
“Kalau kamu punya skill di interior, desain kayu, atau properti, ini saatnya masuk,” ujarnya.
Dalam keseluruhan analisisnya, Coach Ben menekankan bahwa peluang bisnis pada 2026 tidak hanya ditentukan oleh produk, melainkan juga positioning, branding, serta kemampuan membaca perilaku pasar. Ia mengingatkan pelaku UMKM agar tidak sekadar ikut tren tanpa riset, dan mendorong pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen serta mengemas produk dengan narasi yang kuat untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual.
“Pilih industri yang growth-nya tinggi, lalu masuk dengan positioning yang jelas. Jangan cuma jualan, tapi bangun value,” tegasnya.
Dengan sejumlah pertimbangan tersebut, sektor wellness, makanan sehat, spa, skincare, serta properti kreatif disebut menjadi bidang yang diprediksi dominan dalam peluang bisnis 2026.

