Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/05/2026). Pertemuan tersebut membahas agenda strategis nasional terkait penguatan ketahanan ekonomi, stabilitas sektor keuangan, serta langkah antisipatif menghadapi dinamika perekonomian global.
Dalam pertemuan itu, pembahasan mencakup penguatan fundamental ekonomi nasional melalui stabilitas sektor keuangan, penguatan regulasi dan pengawasan perbankan, penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking), serta peningkatan koordinasi antarotoritas ekonomi dan keuangan.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti percepatan implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) untuk memperkuat cadangan devisa nasional sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Agenda lain yang dibahas adalah pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam melalui BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), dengan tujuan meningkatkan penerimaan negara serta memastikan optimalisasi manfaat ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat langkah-langkah strategis jangka panjang guna menjaga ketahanan ekonomi nasional, mempercepat pembenahan struktural, dan memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia periode 2003–2008 Burhanuddin Abdullah, Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2005–2009 Paskah Suzetta, Wakil Menteri PPN/Bappenas periode 2010–2014 Lukita Dinarsyah Tuwo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.