Primaya Hospital Bekasi Barat memperkenalkan layanan Wellness Center yang menitikberatkan pada pendekatan kesehatan preventif di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern yang dinilai meningkatkan risiko penyakit kronis.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Yoana Periskila Winarto, mengatakan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dini masih menjadi tantangan. Ia merujuk data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menunjukkan lebih dari 60% masyarakat Indonesia belum pernah memeriksa kadar gula darah maupun kolesterol, sehingga banyak orang baru memeriksakan diri setelah muncul keluhan.
“Selama ini banyak orang baru memeriksakan kesehatannya ketika sudah muncul keluhan. Padahal, berbagai penyakit kronis sebenarnya dapat dicegah atau ditangani lebih awal apabila masyarakat melakukan skrining kesehatan secara berkala serta menjaga gaya hidup yang lebih sehat,” ujar dr. Yoana dalam acara peluncuran Wellness Center di Bekasi, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, perubahan pola hidup turut memperbesar risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga obesitas. Pola makan tidak seimbang, rendahnya aktivitas fisik, kebiasaan makan tidak teratur, serta tingkat stres yang tinggi disebut sebagai faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya gangguan metabolik, terutama di wilayah perkotaan.
Wellness Center Primaya Hospital Bekasi Barat menghadirkan layanan kesehatan komprehensif untuk membantu masyarakat memantau kondisi kesehatan secara lebih proaktif. Layanan tersebut mencakup medical check-up menyeluruh, skrining kesehatan, konsultasi nutrisi, program pengelolaan berat badan, serta perencanaan kesehatan yang dipersonalisasi.
Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis gizi klinik dr. Davie Muhamad, Sp.GK, menilai gaya hidup modern menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus obesitas dan gangguan metabolik. “Pola makan tidak sehat, aktivitas fisik yang rendah, serta kebiasaan makan tidak teratur dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik. Karena itu, pendekatan kesehatan preventif perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemeriksaan kesehatan tetapi juga pengelolaan gaya hidup,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pengaturan waktu makan atau chrono-nutrition sebagai salah satu pendekatan untuk membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, dengan menyesuaikan pola makan terhadap ritme biologis agar metabolisme bekerja lebih optimal.
Sementara itu, dokter spesialis akupuntur dr. Ribka Tobing, Sp.Ak, menyebut kasus penyakit kronis kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Kondisi tersebut, menurutnya, menegaskan pentingnya perubahan gaya hidup dan pemantauan kesehatan secara berkala sejak dini.
Primaya Hospital Bekasi Barat menyatakan setiap individu yang mengikuti program di Wellness Center akan menjalani evaluasi kesehatan menyeluruh. Hasil evaluasi itu kemudian menjadi dasar penyusunan rekomendasi program kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
“Kami harap Wellness Center dapat menjadi mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan secara lebih proaktif. Dengan deteksi dini serta pengelolaan gaya hidup yang tepat, banyak penyakit kronis sebenarnya dapat dicegah sehingga kualitas hidup masyarakat dapat tetap terjaga,” pungkas dr. Yoana.

