JAKARTA — Ahli paru Prof Erlina Burhan menegaskan informasi yang disampaikan akun Bude Wellness melalui media sosial terkait pengobatan tuberkulosis (TBC) dengan herbal bersifat menyesatkan. Ia menyatakan hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan herbal dapat mengobati TBC.
“Menyesatkan! Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa TB bisa diobati dengan herbal,” kata Prof Erlina saat dihubungi, Minggu (15/3/2026).
Menurut Prof Erlina, informasi semacam itu berbahaya bukan hanya bagi pasien TBC, tetapi juga masyarakat luas. Ia menjelaskan TBC disebabkan kuman Mycobacterium Tuberculosis dan dapat disembuhkan dengan obat yang terdiri dari Rifampisin, Isoniazid, Ethambutol, dan Pirazinamid.
Dalam kesempatan yang sama, Prof Erlina memaparkan situasi TBC di tingkat global dan nasional. Ia menyebut setiap tahun terdapat 10,8 juta kasus TB aktif di dunia dengan angka kematian 1,5 juta jiwa.
Di Indonesia, kata dia, setiap tahun ada 1,09 juta kasus TB aktif baru dengan angka kematian 130 ribu jiwa, atau sekitar 15 orang meninggal per jam.
Prof Erlina menekankan, apabila pengobatan TBC tidak dijalani secara adekuat, kondisi pasien berisiko memburuk hingga menimbulkan kematian. Selain itu, kuman penyebab TBC berpotensi terus menyebar kepada orang-orang di sekitar pasien.
Ia juga menegaskan belum ada bukti bahwa TBC dapat dicegah dengan herbal. Menurutnya, pencegahan TBC di dunia dan di Indonesia dilakukan melalui pemberian TPT atau terapi pencegahan TBC. Sementara pada bayi, pencegahan dapat dilakukan dengan vaksin BCG.

