Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) disebut akan melakukan blusukan keliling Indonesia dalam waktu dekat. Informasi itu disampaikan oleh sukarelawan pendukung Jokowi, Projokowi (Projo).
Projo tidak merinci tujuan maupun detail agenda tersebut. Rencana blusukan itu disebut sebagai upaya Jokowi untuk menyapa masyarakat.
Menanggapi wacana tersebut, pengamat politik dari Citra Institute, Yusak Farchan, menilai langkah itu mengonfirmasi bahwa Jokowi belum sepenuhnya meninggalkan panggung politik nasional, meski dalam beberapa kesempatan menyatakan akan kembali ke Solo sebagai rakyat biasa setelah purna tugas sebagai presiden.
“Saya kira itu sinyal bahwa Jokowi tidak benar-benar pensiun dari politik,” kata Yusak Farchan kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Menurut Yusak, Jokowi masih memiliki pengaruh besar di masyarakat. Karena itu, kekuatan politik yang selama ini mendukung Jokowi, seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Projo, dinilai dapat memanfaatkan pengaruh tersebut untuk meraih keuntungan politik.
Yusak juga menilai rencana Jokowi berkeliling Indonesia berpotensi memiliki agenda tertentu. Salah satu yang ia soroti adalah upaya mengerek nama PSI menjelang 2029.
“Kalau Jokowi siap keliling, itu artinya ada agenda besar yang harus digolkan. Saya kira prioritas Jokowi adalah bagaimana membesarkan PSI. Lolos tidaknya PSI ke parlemen akan menjadi pertaruhan besar Jokowi. Makanya Jokowi akan all out,” ujarnya.
Saat ini, PSI masih berstatus sebagai partai nonparlemen. Yusak berpendapat, jika PSI berhasil masuk DPR pada pemilu mendatang, ruang gerak politik Jokowi akan semakin leluasa, termasuk dalam mempermudah dorongan terhadap putranya, Gibran Rakabuming Raka, pada Pilpres 2029.
“PSI bisa menjadi kendaraan politik Gibran,” kata Yusak.
Lebih lanjut, Yusak menilai blusukan keliling Indonesia juga dapat dibaca sebagai upaya Jokowi mempertahankan pengaruh elektoral di tingkat nasional meski tidak lagi menjabat sebagai presiden.
“Dengan keliling, Jokowi berupaya mempertahankan pengaruhnya agar tidak hilang,” ucapnya.