Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mengonfirmasi rencana agenda safari Joko Widodo bersama PSI ke berbagai daerah di Indonesia. Namun, ia menegaskan jadwal kunjungan tersebut belum ditetapkan dan membantah spekulasi bahwa safari akan dimulai pada Juni tahun ini.
Bestari mengatakan, agenda keliling Indonesia bersama Jokowi sudah disampaikan sejak awal, termasuk saat Kongres PSI di Solo dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI. Menurutnya, rencana itu akan dijalankan pada waktunya.
“Memang itu agenda Pak Jokowi bersama PSI akan turun ke masyarakat pada saatnya,” kata Bestari saat dihubungi, Jumat (15/5/2026).
Terkait informasi yang menyebut safari dimulai pada Juni, Bestari menolak anggapan tersebut. Ia menyebut penentuan waktu akan dipersiapkan oleh PSI agar tidak memunculkan kebingungan di masyarakat.
“Jadi bukan ditentukan Juni, inilah, nggak. Nanti kami yang mempersiapkan. Kan begitu. Nah itu saja supaya tidak terjadi kebingungan masyarakat,” ujarnya.
Bestari juga menjelaskan bahwa saat ini pengurus PSI di wilayah masih menyelesaikan tugas khusus sehingga belum berfokus pada persiapan kedatangan Jokowi ke daerah. Ia menilai informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan kekacauan di lapangan.
“Hari ini struktur kami sedang mengerjakan tugas khusus, belum berkonsentrasi kepada akan kedatangan Pak Jokowi. Nanti kan jadi kacau di lapangan atas informasi yang nggak akurat ini,” kata Bestari.
Selain membahas agenda safari, Bestari turut menanggapi pernyataan kelompok relawan Projo yang menyebut kondisi kesehatan Jokowi telah pulih 99 persen. Menurut Bestari, informasi terkait kesehatan seharusnya disampaikan oleh pihak yang berwenang, yakni dokter.
“Statement yang tidak mewakili. Kalau masalah kesehatan Pak Jokowi tentu dokter lah yang paling tahu,” ujarnya.
Bestari juga menyinggung pernyataan Projo pada masa lalu yang menyebut kepanjangan Projo bukan Pro Jokowi. Ia menilai pernyataan terbaru Projo dapat memunculkan kebingungan publik.
“Ini kan nanti menimbulkan kebingungan publik. Mereka sudah mengetahui bahwa ini tidak lagi bersama Pak Jokowi tiba-tiba kok sama Pak Jokowi lagi,” kata Bestari.
Di sisi lain, PSI disebut menyiapkan jabatan khusus bagi Joko Widodo sebagai patron partai. Jabatan tersebut direncanakan akan diumumkan oleh Ketua Umum PSI Kaesang.