Sejumlah orangtua kerap bertanya-tanya mengapa anak belum menunjukkan keunggulan pada bidang tertentu. Kondisi ini dapat membuat anak kesulitan mengenali minat dan bakatnya, yang pada akhirnya berpengaruh pada pilihan pendidikan dan tujuan hidup.
Dalam beberapa kasus, anak yang tidak memahami minatnya dapat merasa bingung menentukan arah, termasuk saat memilih penjurusan sekolah. Anak juga berpotensi mengikuti pilihan teman tanpa pertimbangan yang matang, hingga kemudian mengeluhkan merasa salah jurusan di tengah perjalanan pendidikan.
Psikolog sekaligus founder Klinik Psikologi Ruang Tumbuh, Irma Gustiana A, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa ada perilaku orangtua yang tanpa disadari dapat menghambat munculnya minat dan bakat anak.
Salah satu kesalahan yang disebutkan adalah memaksakan kehendak. Menurut Irma, anak akhirnya harus mengikuti tuntutan orangtua, meski tidak sejalan dengan ketertarikan dirinya.
Ia mencontohkan, seorang anak sebenarnya memiliki minat di bidang olahraga, namun karena ambisi orangtua, anak justru dimasukkan ke les musik. Situasi seperti ini dapat membuat ruang eksplorasi anak terhadap minatnya menjadi terbatas.

