Sejumlah orang tampak ramah dalam pergaulan, tetapi cenderung menjaga jarak ketika hubungan mulai terasa lebih dekat. Dalam keseharian, mereka terbiasa menyimpan banyak hal sendiri, merasa tidak nyaman saat orang lain terlalu perhatian, dan menghindari relasi yang terlalu intim karena khawatir kehilangan kendali atas perasaan.
Menurut psikologi, pola menghindari kedekatan ini dapat berkaitan dengan pengalaman tertentu di masa kecil. Berikut beberapa pengalaman yang kerap disebut berperan.
Tumbuh dalam lingkungan yang penuh konflik atau pertengkaran
Anak yang dibesarkan di rumah tangga yang sering diwarnai pertengkaran—baik antara orang tua maupun dengan anggota keluarga lain—dapat belajar bahwa kedekatan bukanlah hal yang aman. Ketika hubungan emosional sejak dini identik dengan luka, penolakan, atau rasa tidak aman, mereka cenderung menjauhi relasi yang berpotensi terasa “terlalu dekat”. Pada sebagian orang, menjaga jarak kemudian menjadi mekanisme perlindungan diri: dianggap lebih baik menghindar daripada kembali terluka.
Pernah dikhianati oleh orang yang dipercaya saat kecil
Pengalaman dikhianati oleh orang dekat di usia dini—misalnya teman yang membocorkan rahasia atau orang dewasa yang memanfaatkan kepercayaan anak—dapat meninggalkan luka batin yang mendalam. Anak kemudian belajar bahwa kepercayaan adalah sesuatu yang berisiko. Saat dewasa, mereka bisa saja tampak terbuka dan bersahabat, tetapi secara bawah sadar menahan diri untuk tidak terlalu membuka hati. Kedekatan terasa berbahaya karena ada ketakutan dikhianati lagi.
Tidak pernah diajarkan cara membangun koneksi emosional yang sehat
Ada pula orang yang tumbuh dalam keluarga yang tidak terbiasa mengekspresikan kasih sayang secara terbuka. Minimnya pelukan, ucapan sayang, atau percakapan mendalam tentang perasaan dapat membuat anak tidak memiliki contoh bagaimana membangun hubungan emosional yang sehat. Akibatnya, ketika dewasa mereka kesulitan menciptakan kedekatan yang aman dan saling mendukung, sehingga menjaga jarak terasa lebih mudah daripada menghadapi kebingungan atau ketidaknyamanan dalam relasi.

