Banyak orang kerap meragukan dirinya sendiri—merasa belum cukup baik, belum cukup sukses, atau tidak memiliki kualitas positif yang patut dibanggakan. Namun, psikologi menunjukkan bahwa sifat baik seseorang tidak hanya dibentuk oleh pengalaman pribadinya, melainkan juga oleh contoh yang ia lihat sejak kecil.
Jika seseorang tumbuh dalam keluarga yang memperlihatkan kebiasaan sehat, pola komunikasi positif, dan teladan moral yang kuat, nilai-nilai itu bisa tertanam tanpa disadari. Dalam keseharian, perilaku orang tua dapat ikut membentuk kepribadian anak agar lebih matang, penuh empati, dan tangguh menghadapi kehidupan.
Merujuk pada ulasan yang dilansir Geediting pada Kamis (2/10), ada sejumlah kebiasaan orang tua yang, bila sering disaksikan sejak kecil, dapat menjadi tanda bahwa seseorang mungkin memiliki karakter yang lebih baik daripada yang ia sadari. Berikut di antaranya:
1. Orang tua meminta maaf saat salah
Tidak semua orang tua mau mengakui kesalahannya. Namun, bila sejak kecil seseorang melihat orang tuanya dengan tulus mengatakan, “Maaf, Ayah/Ibu salah,” ia dapat tumbuh dengan pemahaman bahwa kesalahan bukanlah aib, melainkan bagian dari proses belajar.
Dalam psikologi, hal ini kerap dikaitkan dengan pembelajaran melalui role modeling, ketika anak belajar dari perilaku nyata yang ia saksikan, bukan semata dari nasihat.
2. Orang tua menghargai orang lain tanpa memandang status
Kebiasaan menyapa dan memperlakukan satpam, sopir, pedagang, atau siapa pun dengan hormat dapat menumbuhkan empati pada anak. Pola ini berpotensi membentuk pribadi yang tidak mudah meremehkan orang lain serta memiliki kecerdasan sosial yang lebih matang.
3. Orang tua tidak malu menunjukkan kasih sayang
Pelukan, kata-kata sayang, atau sentuhan hangat dapat menjadi sinyal emosional yang kuat bagi anak. Menurut psikologi keluarga, anak yang menyaksikan orang tuanya menunjukkan kasih sayang secara sehat cenderung tumbuh dengan secure attachment—merasa aman dalam hubungan, tidak mudah minder, dan lebih percaya diri saat menjalin relasi.

