Penyanyi Quoc Dai merilis lagu “Lagu Vọng Cổ untuk Mencari Istri” dengan dua versi video musik. Karya ini merupakan komposisi lirik bernuansa musik rakyat dari Hamlet Truong yang kemudian diberi sentuhan visual modern oleh sutradara Huynh Phuc Thanh Nhan melalui penggabungan elemen pengambilan gambar nyata dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Proyek tersebut disebut sebagai eksperimen baru yang digarap secara matang dan teliti, dengan tujuan mempertahankan emosi autentik yang selama ini menjadi kekuatan Quoc Dai dalam genre musik rakyat.
Kolaborasi ini mempertemukan dua pendekatan artistik. Quoc Dai, yang hampir tiga dekade berkecimpung di dunia seni, dikenal konsisten mencari cara kreatif untuk memperbarui warna musik folk lirik. Semangat itu sejalan dengan Hamlet Truong saat keduanya bekerja sama dalam “Lagu Vọng Cổ untuk Mencari Istri”.
Hamlet Truong menjelaskan, lagu tersebut terinspirasi dari sosok di panggung teater: seorang pria yang diliputi duka mendalam karena kehilangan istrinya, mengembara siang dan malam di daerah terpencil, dan hanya bisa melantunkan lagu-lagu rakyat penuh ratapan dengan harapan mendapat jawaban.
Dalam komposisinya, Hamlet Truong memadukan melodi musik rakyat Vietnam Selatan yang akrab di telinga pendengar, sekaligus menambahkan nuansa rindu yang kuat pada melodi “Lagu Vọng Cổ untuk Mencari Istri”. Ia juga mengaku telah lama mengagumi Quoc Dai, tetapi baru kali ini menemukan kesempatan yang tepat untuk berkolaborasi, terutama ketika mengetahui sang penyanyi tengah mencari perspektif baru untuk repertoarnya.
Gagasan penggunaan AI dalam video musik muncul saat proses perekaman hampir rampung. Sutradara Huynh Phuc Thanh Nhan mengusulkan pembuatan video musik dengan bantuan teknologi tersebut. Dari sisi cerita, video musik ini menampilkan kisah cinta nostalgia antara seorang petani miskin dan seorang penyanyi cải lương yang sederhana.
Cinta keduanya digambarkan tumbuh di tengah musik rakyat tradisional, pasar pedesaan, serta gemerlap lampu panggung yang melintasi jalur air. Namun, seiring godaan kekayaan, ketenaran, dan perubahan zaman, hubungan itu perlahan bergerak menuju jalan yang dipenuhi penyesalan.
Untuk menghadirkan suasana Delta Mekong pada dekade sebelumnya, kru melakukan pengambilan gambar selama berhari-hari di Tien Giang dan Ca Mau. Mereka merekam berbagai latar, mulai dari sungai-sungai kecil, pasar terapung, sawah, hingga panggung cải lương setempat, dari pagi hingga larut malam, guna menangkap detail kehidupan yang dianggap paling autentik.
Menurut sutradara, pendekatan visual modern ditujukan agar unsur budaya tradisional lebih dekat dengan penonton muda. Karena itu, selain pengambilan gambar nyata, tim menerapkan teknologi hibrida Pipeline AI pada tahap pascaproduksi untuk memperkuat kedalaman emosi dan efek visual.
Salah satu tantangan utama adalah membangun karakter Quoc Dai pada berbagai tahapan usia, dari muda hingga berambut memutih, dengan tampilan yang kadang rapi dan terawat, kadang terlihat lusuh. Tim memproses ratusan lapisan data gambar, menganalisis struktur wajah, sikap, tatapan, dan gerak khas sang penyanyi untuk menghasilkan beberapa versi karakter yang sedekat mungkin dengan sosok aslinya.
Huynh Phuc Thanh Nhan menyebut proyek ini sebagai eksperimen yang konstruktif. Ia mengatakan penonton dapat menebak bagian mana yang menampilkan Quoc Dai “asli” dan mana yang merupakan hasil intervensi teknologi, sembari menekankan bahwa emosi dan kedalaman visual harus tetap konsisten sepanjang video musik.
Quoc Dai turut menyampaikan pandangannya mengenai penerapan teknologi. Ia menyatakan tidak menolak efek yang dapat dihasilkan AI dalam seni, namun menegaskan ketidaksetujuannya jika teknologi disalahgunakan untuk menggantikan kemampuan vokal atau upaya penampilan seniman.
Selama proses produksi, Quoc Dai dan tim menempatkan teknologi sebagai alat untuk mengangkat konsep cerita, bukan menyerahkan hasil akhir sepenuhnya kepada aplikasi komputer. Dalam debut eksperimental ini, Quoc Dai juga bekerja lebih keras karena selain versi video musik yang melibatkan AI, lagu tersebut turut dirilis dalam format video musik pertunjukan panggung tradisional untuk memenuhi keinginan penggemarnya.
Setelah perilisan ini, Quoc Dai berencana merilis produk musik ringan yang menandai reuni dengan penulis lagu Minh Vy. Ia juga disebut akan menampilkan gaya visual yang lebih muda sebagai penegasan semangat kreatifnya yang terus berjalan.