Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Kabupaten Aceh Utara menggelar Top Twenty Lomba Opini Aneuk Pasee Meutuwah sebagai penutup rangkaian kegiatan belajar mengajar selama Ramadan bagi jenjang SMA sederajat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Cabdisdik Aceh Utara.
Ketua panitia pelaksana yang juga Kasi Pengembangan Mutu GTK, Faizin, SIP, mengatakan lomba ini mendapat sambutan antusias dari kalangan pelajar. Dari total 306 opini yang dikirimkan siswa, panitia melakukan verifikasi hingga menetapkan 20 karya terbaik untuk dipresentasikan.
“Antusias kegiatan menulis opini ternyata memperoleh perhatian besar dari siswa di Aceh Utara. Sebanyak 306 opini dikirim oleh siswa, lalu kami harus memverifikasi dan pada akhir memperoleh 20 besar opini untuk dipresentasikan di aula Cabdisdik Aceh Utara,” kata Faizin, Kamis (20/03/2025).
Faizin menjelaskan, dewan juri hanya memilih 20 tulisan yang dinilai memenuhi persyaratan untuk masuk kategori peserta terbaik. Tema penulisan yang diusung dalam lomba ini adalah “Resolusi Aku Selama Ramadan”.
Naskah yang ditulis siswa berupa esai yang kemudian dijadikan opini, dengan ketentuan panjang tulisan minimal 900 hingga 1.000 kata. Seluruh karya dikirimkan ke Cabdisdik Wilayah Kabupaten Aceh Utara untuk dinilai.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabdisdik Aceh Utara, Khairuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan Top Twenty Lomba Opini Aneuk Pasee Meutuwah merupakan pengembangan dari kebijakan Dinas Pendidikan yang kemudian diperluas agar lebih bermanfaat.
Menurut Khairuddin, kategori penulisan yang memenuhi persyaratan dalam gelar Top Twenty tersebut berkaitan dengan pembelajaran yang menginternalisasi nilai Islami, latihan menulis esai dan jurnal, serta upaya peningkatan nilai ibadah.
Ia juga menilai kegiatan menulis opini dapat meningkatkan daya pikir kritis dan kreatif siswa sekaligus melatih kecakapan menulis. Untuk penilaian, panitia merekrut juri dari luar Aceh Utara yang disebut memiliki pengalaman menulis opini, yakni Faisal, Jon Darmawan, dan Sarlivanti.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Dinas Pendidikan Aceh, yang mendorong satuan pendidikan di Aceh untuk menjalankan berbagai aktivitas pembelajaran selama Ramadan, termasuk pada jenjang SMA, SMK, dan SLB di Aceh Utara.

