Bulan Ramadan kembali tiba. Bagi umat Muslim yang menjalankan puasa, persiapan kerap berfokus pada menu sahur dan berbuka. Di tengah aktivitas harian, menjaga asupan nutrisi menjadi penting agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.
Selama Ramadan, perubahan pola tidur dan jadwal makan, ditambah banyaknya undangan buka bersama, dapat membuat perhatian terhadap kesehatan berkurang. Tanpa perencanaan, menu sahur dan berbuka berisiko berujung pada kelelahan, pengeluaran yang membengkak, hingga pemborosan makanan.
Karena itu, menyusun rencana makan selama Ramadan tidak hanya berkaitan dengan urusan dapur, melainkan juga bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh agar tetap kuat beribadah. Rujukan dari Islamic Relief Australia menekankan bahwa saat berpuasa tubuh akan menggunakan cadangan glukosa dan lemak sebagai sumber energi. Jika asupan tidak seimbang, tubuh dapat mulai memecah protein, termasuk dari otot, untuk memenuhi kebutuhan energi.
Kondisi tersebut dapat memicu sejumlah keluhan, seperti cepat lelah, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, dan pusing. Perencanaan menu yang baik membantu mengurangi risiko itu sekaligus mendukung pola makan yang lebih terukur.
Dengan rencana makan yang disusun sejak awal, sejumlah manfaat bisa diperoleh, mulai dari mengontrol anggaran belanja, mengurangi stres saat memasak, menghindari makan berlebihan, hingga memastikan asupan gizi tetap seimbang. Perencanaan idealnya dilakukan sekitar seminggu sebelum Ramadan atau setidaknya beberapa hari sebelumnya, dengan menyusun daftar resep sehat, mengecek ketersediaan bahan di rumah, lalu membuat daftar belanja agar lebih efisien.
Sahur disebut sebagai fondasi energi sepanjang hari. Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mencegah tubuh lemas sebelum waktu berbuka.

