PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART/EXCL) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui tiga agenda utama yang mencakup pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penunjukan auditor eksternal untuk tahun buku 2026, serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
Presiden Direktur & CEO XLSMART Rajeev Sethi menyampaikan, pada agenda pertama RUPST menyetujui dan menerima Laporan Tahunan tahun buku 2025, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan, firma anggota jaringan global PwC.
RUPST juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025, sepanjang tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan.
Pada agenda kedua, pemegang saham menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan dengan Akuntan Publik Lukmanul Arsyad sebagai auditor eksternal untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026.
Selanjutnya pada agenda ketiga, RUPST menyetujui penetapan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris sesuai ketentuan dan kebijakan remunerasi perseroan.
Dalam paparan kinerja, XLSMART mencatat pendapatan sebesar Rp42,49 triliun sepanjang 2025, tumbuh 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA yang dinormalisasi mencapai Rp20,14 triliun atau meningkat 13 persen, sementara laba bersih yang dinormalisasi tercatat Rp3,00 triliun, naik 63 persen.
Menurut perseroan, pertumbuhan tersebut didorong sinergi pascamerger yang mulai berdampak pada efisiensi operasional, optimalisasi jaringan, serta peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Dari sisi integrasi, XLSMART membukukan pencapaian sinergi sebesar USD252 juta pada periode kuartal II hingga kuartal IV 2025, yang disebut melampaui ekspektasi awal. Hingga akhir 2025, sekitar 70 persen site jaringan telah terintegrasi, yang dinilai menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas jaringan, memperluas pengalaman layanan digital pelanggan, dan memperkuat daya saing perusahaan ke depan.