BERITA TERKINI
Sampah Plastik Picu Keresahan Warga Kampak, Banjir Kerap Terjadi akibat Saluran Tersumbat

Sampah Plastik Picu Keresahan Warga Kampak, Banjir Kerap Terjadi akibat Saluran Tersumbat

Masalah sampah di Indonesia disebut terus meningkat, termasuk di sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek. Di Kecamatan Kampak, penumpukan sampah—mulai dari sampah rumah tangga, industri, hingga sampah lingkungan—menjadi persoalan yang dinilai tidak mudah diselesaikan.

Jenis sampah yang paling banyak menimbulkan masalah adalah sampah plastik. Plastik disebut memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam pengolahan dan berbahaya bagi lingkungan. Dalam pemberitaan ini dikutip keterangan dari smkn1gempol.sch.id yang menyebut plastik secara normal membutuhkan waktu hingga 1.000 tahun untuk terdekomposisi.

Dampak yang dirasakan warga antara lain banjir akibat sampah plastik menyumbat saluran air. Banjir akibat sampah dilaporkan kerap terjadi di beberapa desa di Kecamatan Kampak dan dinilai meresahkan serta mengganggu aktivitas masyarakat. Berbagai upaya telah dicoba, namun kebiasaan membuang sampah sembarangan masih terjadi.

Salah satu cara yang disebut dapat membantu mengurangi sampah plastik adalah daur ulang. Pengolahan dapat dilakukan dengan mesin pencacah plastik, sehingga menghasilkan cacahan yang bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan daur ulang. Selain berpotensi menekan volume sampah, cara ini juga dinilai dapat menambah nilai produktif bagi masyarakat.

Namun, pengembangan upaya tersebut menghadapi tantangan, yakni menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dalam pemberitaan ini disebutkan bahwa membuang sampah tanpa memikirkan dampak telah menjadi kebiasaan sehingga sulit diubah.

Karena itu, peningkatan kepedulian terhadap lingkungan dinilai perlu ditanamkan sejak dari sekolah, rumah, hingga lingkungan masyarakat. Upaya merawat lingkungan disebut penting karena dapat berdampak baik bagi kehidupan ke depan.