Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali berkunjung ke Kota Magelang, Jawa Tengah. Kunjungan kali ini tidak terkait agenda politik maupun kegiatan kenegaraan, melainkan menghadiri acara bertema sastra dan menyampaikan pesan tentang pentingnya keteduhan di tengah situasi yang kerap memanas.
Acara berlangsung di Mall The Aloon-Aloon, Rabu, 10 Februari 2026. Pada kesempatan itu, buku terbaru SBY berjudul Garis Waktu Tak Bertepi menjadi perhatian. Buku tersebut memuat 80 puisi yang disebut sebagai potret isi hati dan refleksi perjalanan hidupnya.
Sejumlah puisi dalam buku itu dibacakan oleh anak-anak muda Magelang. Mereka tampil membawakan bait demi bait dengan penghayatan. SBY mengikuti rangkaian acara tersebut didampingi Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.
Dalam sambutannya, SBY menyinggung kondisi global yang menurutnya kerap memanas akibat urusan politik dan bisnis. “Politik dan bisnis seringkali membuat ‘hawa’ menjadi panas, dan ini terjadi di seluruh dunia. Namun, alangkah indahnya jika masyarakat bisa lebih teduh dan rukun melalui perkembangan seni serta olahraga,” ujar SBY.
SBY menekankan bahwa seni dan olahraga tidak sekadar hiburan, melainkan dapat menjadi penyeimbang di tengah situasi sosial yang sering gaduh.
Magelang juga disebut memiliki ikatan emosional bagi SBY. Ia mengenang masa mudanya di kota tersebut, termasuk soal kuliner setempat. Sebelum menghadiri acara puisi, SBY sempat mampir ke Warung Tahu Pojok di Jalan Sutopo, Cacaban, Magelang Tengah, untuk menikmati kupat tahu.

