Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid meresmikan instalasi air bersih dan instalasi listrik tenaga surya di Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (9/1/2026). Peresmian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga pascabanjir.
Fasilitas tersebut dibangun di dua lokasi yang dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur, yakni Desa Landuh, Kecamatan Rantau, serta Pesantren Fajrulsalam di Desa Menang Gini, Kecamatan Karang Baru. Kehadiran instalasi air bersih dan panel surya diharapkan dapat membantu masyarakat dan para santri memperoleh akses air bersih serta listrik yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Program ini disebut terkait pemulihan dan penanggulangan dampak pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya Provinsi Aceh. Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu dilaporkan merusak infrastruktur dasar dan mengganggu akses masyarakat terhadap air bersih serta listrik.
Dalam kegiatan tersebut, DPP PKS membangun fasilitas air bersih melalui pengeboran sumur dan memasang panel surya untuk kebutuhan listrik warga. Saat meresmikan, Muhammad Kholid menyampaikan penyerahan fasilitas dilakukan secara resmi melalui penandatanganan.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Kuasa, penyerahan secara resmi instalasi listrik tenaga surya dan pengeboran untuk air bersih bagi masyarakat Desa Landuh, Kabupaten Aceh Tamiang, diresmikan langsung oleh DPP PKS melalui Sekretaris Jenderal, yang ditandai dengan penandatanganan,” ujar Kholid.
Ia menegaskan program tersebut tidak hanya bersifat bantuan darurat, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk membantu masyarakat bangkit setelah bencana. “Semoga berkah, airnya mengalir dengan bersih dan listriknya kembali menerangi rumah-rumah warga, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal setelah terdampak banjir,” katanya.
Warga Desa Landuh menyambut baik peresmian itu. Menurut masyarakat setempat, ketersediaan air bersih dan listrik tenaga surya dinilai membantu pemulihan aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang sebelumnya mengalami kesulitan mengakses kebutuhan dasar pascabanjir.
Melalui program tersebut, PKS menyatakan komitmennya untuk hadir bersama masyarakat dalam berbagai fase kebencanaan, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan dan pembangunan kembali, khususnya di wilayah terdampak bencana alam di Provinsi Aceh.

