Netflix kini menayangkan sembilan judul adaptasi dari karya Stephen King, penulis fiksi asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu pengarang dengan karya paling sering dialihwahanakan. Koleksi ini disebut menjadi jumlah terbanyak sepanjang kehadiran adaptasi King di layanan tersebut, mencakup film dan serial televisi yang rentangnya mendekati empat dekade.
Dari sembilan judul itu, tujuh merupakan film layar lebar dan dua lainnya serial televisi. Genre horor dan fiksi ilmiah mendominasi, meski kualitasnya dinilai beragam. Menariknya, dua serial yang tersedia justru disebut sebagai adaptasi yang paling menonjol, menandai kuatnya ruang eksplorasi adaptasi King di era streaming.
Berikut urutan sembilan adaptasi Stephen King di Netflix, dari yang dinilai kurang memuaskan hingga yang paling dipuji.
9. Firestarter (2022)
Versi terbaru Firestarter (2022) disebut sebagai salah satu adaptasi yang paling mengecewakan. Film berdurasi 94 menit ini dinilai gagal membangun kengerian yang kuat. Penampilan Zac Efron dan Sydney Lemmon sebagai pemeran utama juga disebut kurang bertenaga, bahkan dibandingkan lebih lemah dari versi film tahun 1984.
8. In the Tall Grass (2019)
Film horor supernatural ini dinilai memiliki atmosfer yang mengesankan, namun berakhir dengan kesan yang kering dan formulatif. Konsep time loop di bagian akhir dianggap menarik, tetapi keseluruhan cerita dipandang kurang menghibur setelah premis awalnya terungkap. Harrison Gilbertson dan Laysla De Oliveira disebut sudah berupaya maksimal, namun naskah dinilai menjadi kendala utama.
7. Mr. Harrigan’s Phone (2022)
Mr. Harrigan’s Phone dipandang sebagai alegori tentang budaya yang terobsesi pada ponsel, namun dinilai mudah terlupakan. Meski menghadirkan pelajaran di akhir cerita, versi film ini disebut kurang efektif dibanding novel pendek King tahun 2020 dalam menyampaikan unsur menakutkannya. Jaeden Martell mendapat sorotan positif sebagai pemeran utama muda, didukung Donald Sutherland dalam peran yang disebut menyeramkan.
6. 1922 (2017)
Adaptasi novel pendek 1922 dinilai layak disebut sebagai klasik dan permata tersembunyi di Netflix. Cerita yang berfokus pada kekerasan dalam rumah tangga ini disebut memikat, meski berpotensi terlalu intens bagi sebagian penonton. Thomas Jane disebut tampil mengerikan sebagai Wilf James, sementara Dylan Schmid juga dinilai kuat sebagai Henry.
5. Christine (1983)
Disutradarai John Carpenter, Christine disebut sebagai thriller jalanan retro yang penuh gaya dan telah menjadi kultus klasik. Film ini dinilai mungkin tidak berada di tingkat yang sama dengan Carrie atau The Shining, tetapi tetap dianggap layak dibicarakan. Keith Gordon disebut menonjol sebagai anti-hero yang terobsesi pada mobil, dengan sentuhan horor khas Carpenter.
4. Gerald’s Game (2017)
Film orisinal Netflix pertama Mike Flanagan ini disebut sebagai mahakarya horor psikologis. Banyak yang menganggap Gerald’s Game sebagai salah satu adaptasi King paling mengganggu karena mengeksplorasi tema-tema tabu melalui penataan ketegangan yang cermat. Ceritanya menggambarkan liburan romantis yang berakhir mengerikan, memunculkan spektrum kekerasan seksual serta ancaman ekstrem lainnya.
3. 11.22.63 (2016)
Serial fiksi ilmiah sejarah dari Hulu ini disebut menjadi salah satu judul yang belakangan menarik perhatian di Netflix. James Franco memerankan tokoh utama yang kembali ke masa lalu untuk mencegah pembunuhan Presiden John F. Kennedy. Thriller ini disebut bergerak cepat sekaligus tetap menonjolkan detail periode awal 1960-an, sementara Daniel Webber disebut mencuri perhatian lewat perannya sebagai Lee Harvey Oswald.
2. Castle Rock (2018–2019)
Serial dua musim Castle Rock disebut sebagai mahakarya horor supernatural yang mampu menguasai materi sumbernya. Serial ini dinilai ditujukan bagi penggemar setia King, karena berupaya membangun kisah sendiri sambil tetap menghormati semesta karya sang penulis. Produksi disebut mewah dan penampilan aktingnya dipuji, dengan pengawasan kreatif yang melibatkan J. J. Abrams serta Stephen King.
1. Stand By Me (1986)
Disutradarai Rob Reiner, Stand By Me disebut sebagai adaptasi non-horor awal yang menonjol dari karya Stephen King, diangkat dari novel pendek berjudul The Body. Film coming-of-age ini mengisahkan persahabatan yang menyentuh sekaligus menguatkan, dibintangi Wil Wheaton, Corey Feldman, Jerry O’Connell, dan River Phoenix. Kiefer Sutherland juga disebut tampil kuat sebagai antagonis. Film ini turut disebut sebagai adaptasi favorit Stephen King.
Dengan komposisi film dan serial yang beragam—dari horor klasik hingga drama psikologis dan fiksi ilmiah—sembilan judul tersebut memperlihatkan luasnya spektrum cerita Stephen King yang terus menemukan penonton baru di platform streaming.

