Sejumlah seniman dan penulis di Kota Ho Chi Minh menyampaikan harapan mereka menjelang Kongres Nasional Partai Komunis Vietnam ke-14. Mereka menaruh perhatian pada arah pembangunan nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan peran budaya dan seni sebagai fondasi spiritual yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Seniman Berprestasi Hanh Thuy (Ngo Pham Hanh Thuy), anggota Komite Eksekutif Asosiasi Film Kota Ho Chi Minh, menyatakan harapannya agar negara berkembang dengan mengutamakan rakyat. Selain aktif sebagai aktris, ia juga mengajar sebagai dosen tamu di Universitas Teater dan Film Kota Ho Chi Minh.
Dalam pandangannya, isu kesejahteraan sosial masih menjadi perhatian penting. Ia menilai meski standar hidup secara umum meningkat, masih ada kelompok masyarakat yang belum memiliki akses pada kehidupan yang baik dan stabil. Karena itu, ia berharap ada fokus yang lebih kuat pada pendidikan masyarakat, penciptaan lingkungan hidup yang aman, investasi pendidikan yang efektif, serta peningkatan kualitas hidup yang juga memberi perhatian pada aspek spiritual dan budaya.
Hanh Thuy baru-baru ini terlibat dalam film Blood Paradise sebagai penulis dan pemeran, dengan Hoang Tuan Cuong sebagai sutradara. Film tersebut disebut meraih pendapatan melampaui 100 miliar VND tak lama setelah dirilis dan menjadi perhatian di awal tahun 2026. Film ini mengangkat isu penipuan tenaga kerja, perdagangan manusia, serta modus “pekerjaan mudah, gaji tinggi” yang dinilai relevan dan menjadi kekhawatiran banyak keluarga. Topik dan pesan peringatannya memicu diskusi di media sosial, baik di kalangan penonton film maupun forum daring yang membahas isu sosial.
Sebagai penulis skenario, Hanh Thuy mengatakan film itu diapresiasi karena kedekatannya dengan persoalan aktual dan karena membantu penonton menyalurkan emosi. Ia juga menyebut masih ada pemikiran dan kekhawatiran yang belum sepenuhnya tertuang dalam naskah. Selama riset, ia bertemu sejumlah orang dan mendengar kisah mereka, lalu memilih detail yang sesuai dengan kerangka film.
Menjelang kongres, Hanh Thuy berharap kebijakan yang dihasilkan memuat keputusan yang praktis untuk meningkatkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Ia juga menginginkan langkah yang mampu menjawab persoalan lapangan kerja di dalam negeri, meningkatkan kesadaran publik, serta berkontribusi pada pencegahan dan pemberantasan penipuan daring yang dinilai meresahkan.
Di sisi lain, penyanyi Pham Kim Thoa yang mengajar di Sekolah Tinggi Kebudayaan dan Seni Kota Ho Chi Minh menekankan pentingnya mempromosikan peran intelektual dan seniman dalam pembangunan dan pengembangan negara. Dalam konteks integrasi internasional yang semakin mendalam dan Revolusi Industri Keempat, para seniman dan penulis berharap kongres merumuskan kebijakan strategis jangka panjang yang mendorong pertumbuhan cepat dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kehidupan materi dan spiritual rakyat.
Mereka juga berharap Partai terus menegaskan budaya sebagai landasan spiritual masyarakat dan kekuatan pendorong internal bagi pembangunan. Menurut harapan tersebut, diperlukan kebijakan dan pedoman khusus untuk investasi di bidang sastra dan seni, sekaligus pelestarian dan promosi identitas budaya nasional.
Selain itu, para pelaku seni menginginkan mekanisme dan kebijakan yang jelas agar mereka dapat berkarya dengan percaya diri, merefleksikan kehidupan sosial secara jujur, mempromosikan nilai keindahan dan kebaikan, serta berkontribusi bagi bangsa di era baru. Mereka juga mendorong adanya kebijakan yang berfokus pada penemuan dan pembinaan bakat muda, termasuk bimbingan dalam pelatihan dan pengembangan generasi baru seniman dan penulis.
Seniman Nghiem Thu, dosen di Konservatorium Musik Kota Ho Chi Minh, menyampaikan keyakinan dan harapan besar terhadap keberhasilan kongres sebagai peristiwa politik penting yang akan memandu arah negara. Ia berharap resolusi dan kebijakan yang dihasilkan dapat membawa Vietnam menuju pembangunan yang kuat dan berkelanjutan, dengan kehidupan rakyat yang semakin makmur dan bahagia, serta memungkinkan negara berkembang stabil di era baru.
Menurut Nghiem Thu, seniman masa kini mewarisi nilai-nilai luhur yang ditinggalkan leluhur. Karena itu, tugas generasi sekarang bukan hanya melestarikan, tetapi juga melanjutkan serta menyebarkan nilai budaya nasional kepada generasi muda agar mereka memahami dan menghargai warisan tersebut, sekaligus membentuk karakter dan aspirasi untuk berkontribusi bagi negara.
Ia juga menilai bidang budaya dan seni membutuhkan perhatian dan dukungan lebih besar agar para profesional dapat mengabdikan diri sepenuh hati. Dengan bimbingan yang tepat, pemahaman kebijakan dan pedoman Partai, serta lingkungan budaya yang sehat dan berstandar, Nghiem Thu meyakini kreativitas dan semangat pengabdian kalangan muda akan berkembang lebih kuat.
Dalam membahas industri budaya, Nghiem Thu menekankan keterkaitan ekonomi dan budaya. Ekonomi, menurutnya, menciptakan kekayaan materi dan menjamin penghidupan, sementara budaya menjadi akar dan fondasi spiritual bangsa. Kedua aspek itu dinilai perlu berjalan beriringan agar pembangunan berlangsung berkelanjutan.
Nghiem Thu berharap Vietnam ke depan tidak hanya makmur secara ekonomi, tetapi juga semakin kaya dalam kehidupan spiritual. Ia menginginkan kebijakan yang lebih praktis dan efektif untuk memprioritaskan budaya dan seni, sehingga seniman dapat berkarya dengan percaya diri dan berkontribusi pada profesi, kehidupan sosial, serta pembangunan budaya Vietnam yang maju dan sarat identitas nasional.

