Jagat maya ramai membicarakan kemungkinan kolaborasi antara penyanyi Vietnam Sơn Tùng M-TP dan musisi internasional Jason Derulo pada malam 15 Mei. Spekulasi itu muncul setelah Sơn Tùng mengunggah gambar topeng misterius di laman penggemarnya sebagai bagian dari kampanye promosi produk terbaru.
Tak lama berselang, akun pribadi Jason Derulo juga sempat memposting gambar topeng yang dinilai serupa, meski unggahan tersebut kemudian dihapus beberapa menit kemudian. Kemiripan itu memicu dugaan warganet bahwa ada proyek bersama yang tengah disiapkan, meski belum ada pernyataan resmi yang memastikan kerja sama tersebut.
Rumor ini ikut menguat di tengah strategi promosi yang dinilai terencana. Setelah sempat lama minim aktivitas musik, Sơn Tùng disebut melakukan comeback dengan menghapus seluruh unggahan di platform media sosialnya, memancing rasa penasaran publik. Setelah itu, ia merilis sejumlah petunjuk yang mendorong berbagai prediksi dari warganet, termasuk dugaan kolaborasi dengan nama-nama seperti Travis Scott hingga Jason Derulo.
Nama Jason Derulo kemudian menjadi yang paling banyak disebut. Derulo dikenal sebagai pemilik sejumlah lagu populer dengan jumlah pendengar dan penonton besar, termasuk “Want To Want Me” yang disebut sebagai salah satu fenomena dengan capaian penonton sangat tinggi. Jika kolaborasi ini benar terjadi, proyek tersebut dipandang sebagai langkah lanjutan bagi Sơn Tùng setelah sebelumnya bekerja sama dengan Snoop Dogg dalam lagu “Hãy trao cho anh”.
Di sisi lain, pembicaraan soal kolaborasi ini juga muncul setelah periode yang disebut sebagai masa “menghilang” Sơn Tùng dari pasar musik. Penyanyi asal Thai Binh itu sempat menggebrak pada 2014 lewat dua video musik berskala besar, “Chúng ta của tương lai” dan “Đừng làm trái tim anh đau”. Namun memasuki 2025, ia disebut nyaris tak terlihat di aktivitas musik arus utama dan lebih sering muncul terbatas dalam program terkait merek atau acara khusus.
Dalam periode tersebut, sempat beredar rumor bahwa ia sengaja menepi untuk menyiapkan proyek besar. Pola ini dinilai mirip dengan strategi yang pernah dilakukan sebelumnya: menghilang untuk waktu tertentu, lalu kembali dengan rilisan yang dirancang menciptakan gaung besar.
Absennya Sơn Tùng juga disebut berdampak pada posisinya di sejumlah kategori. Ia dinilai tertinggal dalam pencapaian musik digital, terutama di Spotify, serta tidak lagi menjadi figur dengan pengaruh media sosial terkuat—posisi yang disebut telah diambil alih oleh Hieuthuhai. Di panggung pertunjukan langsung, dominasi pasar pun disebut semakin kompetitif, dengan banyak nama lain yang kini mampu mendekati pencapaian honorarium tinggi yang sebelumnya identik dengan Sơn Tùng.
Situasi ini mengingatkan pada momen beberapa tahun lalu ketika sebagian penonton meragukan posisi dominan Sơn Tùng saat duo Jack dan K-ICM meraih popularitas besar melalui “Sóng gió”. Namun, Sơn Tùng kemudian kembali menjadi pusat perhatian lewat “Hãy trao cho anh” bersama Snoop Dogg. Sejumlah pihak menilai skenario serupa bisa terulang jika proyek baru yang disiapkan benar-benar memiliki daya ledak yang kuat.
Di tengah persaingan yang ramai dengan nama-nama seperti Hieuthuhai, Soobin, dan Hòa Minzy, proyek baru—terlebih jika melibatkan bintang musik Eropa-Amerika—dinilai berpotensi menggeser kembali sorotan industri ke arah Sơn Tùng.
Dalam konteks karier, tantangan Sơn Tùng disebut bukan lagi sekadar meraih angka penayangan tinggi di Vietnam, melainkan bagaimana melampaui bayang-bayang kesuksesan masa lalu dan mendorong namanya ke level yang lebih tinggi. Meski “Chúng ta của tương lai” dan “Đừng làm trái tim anh đau” disebut sukses di tangga lagu digital dan tren media sosial, capaian tersebut dinilai masih berada dalam ekspektasi publik dan belum melampaui magnet sejumlah karya sebelumnya seperti “Hãy trao cho anh”, “Lạc trôi”, atau “Nơi này có anh”.
Ambisi untuk menembus pasar internasional juga menjadi sorotan. Setelah kolaborasi dengan Snoop Dogg pada 2019, langkah Sơn Tùng menuju pasar global dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan. Sejumlah proyek yang disebut berorientasi internasional, seperti “There’s No One At All” dan “Making My Way”, dinilai belum memberi dampak besar. “There’s No One At All” disebut mengalami hambatan karena aspek citra yang sensitif, sementara “Making My Way” dinilai memiliki ide genre yang menarik tetapi kualitas produk dianggap belum cukup kuat, dan rencana video musiknya disebut berhenti tanpa kejelasan.
Terlepas dari itu, kemungkinan kolaborasi dengan Jason Derulo—jika benar terjadi—dipandang sebagai sinyal positif bagi upaya musik Vietnam menembus panggung global. Sejumlah lagu Vietnam memang sempat menarik perhatian internasional lewat viral di TikTok, seperti “See Tình”, “Ngẫu Hứng”, “Không Sao Cả”, hingga “Hai Phút Hơn”, namun capaian tersebut disebut masih berada pada level tren media sosial.
Dalam kondisi pasar yang belum sepenuhnya memberi ruang bagi musik Vietnam di arus utama global, kolaborasi dengan nama besar internasional kerap dianggap sebagai salah satu jalur yang paling realistis. Dengan rekam jejak pernah bekerja sama dengan Snoop Dogg, Sơn Tùng dinilai menjadi salah satu kandidat paling memungkinkan untuk kembali mencoba strategi tersebut. Namun, apakah kolaborasi dengan Jason Derulo benar-benar akan terwujud, hingga kini masih berada pada ranah spekulasi yang berkembang di kalangan warganet.