Pameran produk pertanian menjadi salah satu sorotan dalam Festival Budaya dan Olahraga Kelompok Etnis di Komune Huoi Mot. Kegiatan ini menghadirkan sembilan stan dari berbagai desa serta tiga stan “gratis” yang disiapkan oleh komune. Seluruh stan ditata dengan nuansa pedesaan dan dihias bambu serta kain brokat, menghadirkan suasana hangat khas dataran tinggi.
Beragam produk pertanian lokal dipamerkan, mulai dari beras ketan dataran tinggi, jagung, madu hutan, rebung kering, jamur shiitake, hingga aneka sayuran bersih hasil produksi warga. Pengunjung juga menemukan produk olahan dan kemasan seperti pisang kering, acar rebung, anggur herbal tradisional, serta kerajinan tangan tradisional yang turut menarik perhatian.
Di setiap kios, warga setempat memperkenalkan proses produksi dan berbagi pengalaman bertani di lereng bukit. Penjelasan mencakup pemilihan benih, upaya konservasi tanah dan hutan, hingga pengembangan mata pencaharian berkelanjutan. Banyak pengunjung menyimak cerita tentang musim tanam dan panen, serta keterikatan kelompok etnis Mong, Thai, Khmu, dan Sinh Mun dengan pertanian lereng bukit yang telah berlangsung lintas generasi.
Penyelenggaraan stan pameran ini dinilai turut menciptakan ruang pengalaman bagi warga dan wisatawan, sekaligus memperkenalkan potensi pertanian setempat. Kegiatan tersebut juga mendorong masyarakat meningkatkan kualitas produk dan secara bertahap mengembangkan produksi komoditas, termasuk membuka peluang koneksi dengan konsumen serta kerja sama dan pertukaran antara desa, pedagang, dan wisatawan.
Selain stan produk, Komune Huoi Mot juga mendirikan stan “gratis” yang menyediakan minuman dan kue tanpa biaya bagi warga dan wisatawan. Stan dengan nilai lebih dari 30 juta VND ini berasal dari sumbangan sukarela para pejabat, pegawai negeri, dan pekerja komune, sebagai dukungan bagi masyarakat dari desa-desa terpencil yang datang menghadiri festival.

