Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa penggemar musik rap kerap mendapat penilaian negatif. Mereka sering dicap agresif dan berbahaya, yang dikaitkan dengan lirik rap yang bernuansa kekerasan.
Temuan ini menyoroti bagaimana persepsi terhadap sebuah genre musik dapat memengaruhi cara publik memandang para pendengarnya. Dalam konteks rap, unsur kekerasan yang muncul dalam lirik disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya stigma tersebut.
Studi ini menegaskan bahwa penilaian terhadap penggemar rap tidak selalu lepas dari interpretasi terhadap konten lagu yang mereka dengarkan, khususnya ketika liriknya dianggap keras atau mengandung kekerasan.