BERITA TERKINI
Sumarsih Nilai Indonesia Emas 2045 Sulit Tercapai Tanpa Enam Agenda Reformasi

Sumarsih Nilai Indonesia Emas 2045 Sulit Tercapai Tanpa Enam Agenda Reformasi

Aktivis hak asasi manusia Maria Catarina Sumarsih menilai target Indonesia Emas 2045 sulit terwujud apabila pemerintah tidak melaksanakan enam agenda reformasi. Pernyataan itu disampaikannya dalam siniar Gaspol! Kompas.com, dikutip Senin (25/5/2026).

Menurut Sumarsih, enam agenda reformasi yang perlu dijalankan meliputi: mengadili Soeharto dan kroni-kroninya; mengamandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 agar Indonesia menjadi demokratis; serta menghapus dwifungsi TNI. Selain itu, ia juga menuntut pelaksanaan otonomi daerah seluas-luasnya, penegakan supremasi hukum, dan pembentukan pemerintahan yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sumarsih merupakan ibu dari Bernardinus Realino Norma Irawan atau Wawan, yang tewas dalam Peristiwa Semanggi I pada 1998. Ia mengatakan, enam agenda reformasi tersebut menjadi alasan dirinya terus berjuang setelah kematian putranya.

Sumarsih menyebut perjuangan itu merupakan kelanjutan dari gerakan mahasiswa bersama rakyat yang, menurutnya, belum selesai dalam memperjuangkan Indonesia menjadi negara yang demokratis melalui pelaksanaan agenda reformasi.

Selain meneruskan tuntutan reformasi, Sumarsih menegaskan ia tidak ingin ada lagi peristiwa serupa tragedi yang merenggut nyawa anaknya. Ia menyatakan siapapun yang berkuasa seharusnya menghentikan kekerasan dan menjalankan sumpah sesuai ketentuan UUD 1945.

“Ada dua hal, yang pertama cukup Wawan yang menjadi korban. Yang kedua, ketika akhirnya perjuangan ini tidak segera selesai, ya akhirnya saya harus merawat perjuangan untuk reformasi dan demokrasi,” ujar Sumarsih.