BERITA TERKINI
Ted Sarandos Tanggapi Gugatan Paramount soal Akuisisi WBD: Netflix Klaim Tetap Andalkan Bioskop dan Bidik Box Office

Ted Sarandos Tanggapi Gugatan Paramount soal Akuisisi WBD: Netflix Klaim Tetap Andalkan Bioskop dan Bidik Box Office

CEO Netflix Ted Sarandos angkat bicara mengenai gugatan hukum yang dilayangkan Paramount terkait kesepakatan akuisisi terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) senilai US$ 83 miliar. Dalam pernyataannya, Sarandos menepis kekhawatiran bahwa langkah tersebut akan mematikan ekosistem bioskop konvensional.

Gugatan Paramount menuntut transparansi penuh atas detail transaksi itu dan menuding kesepakatan tersebut melanggar ketentuan hukum persaingan usaha. Menurut Sarandos, reaksi keras yang muncul dari berbagai pihak di Hollywood lebih banyak didorong oleh faktor emosional ketimbang fakta bisnis.

Salah satu isu utama yang diklarifikasi Sarandos adalah masa depan distribusi film di layar lebar. Ia menegaskan Netflix tidak berniat meninggalkan bioskop, melainkan ingin memperkuat jalur distribusi teater yang sudah dimiliki WBD.

“Saya rasa ada banyak suara lantang, tetapi tidak selalu banyak fakta. Sebagian besar orang mempertanyakan niat kami soal penayangan di bioskop, dan itu wajar karena kami memang belum mengatakan apa pun tentang hal itu,” ujar Sarandos, seperti dikutip dari wawancara dengan The New York Times.

Ia juga menyatakan penggabungan dua kekuatan besar tersebut justru akan meningkatkan anggaran produksi konten secara signifikan. Netflix, menurutnya, berencana memanfaatkan mesin distribusi teater WBD untuk meraup pendapatan miliaran dolar dari sektor box office.

Untuk menjawab kekhawatiran industri, Sarandos menegaskan Netflix akan tetap kompetitif di pasar tradisional dengan mempertahankan jendela tayang eksklusif di bioskop sebelum film masuk ke layanan streaming. Ia menyebut perusahaan akan mempertahankan masa tayang bioskop selama 45 hari, mengejar target kemenangan pada akhir pekan pembukaan (opening weekend), serta meningkatkan pengeluaran konten gabungan dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami akan menjalankan bisnis itu sebagian besar seperti sekarang. Jika kami berada di bisnis perfilman, dan memang demikian, kami ingin menang. Saya ingin memenangkan akhir pekan pembukaan. Saya ingin memenangkan pendapatan box office,” kata Sarandos.

Di sisi lain, CEO Paramount David Ellison disebut terus melakukan lobi intensif, termasuk ke otoritas di Eropa, untuk memblokir merger tersebut. Paramount bersikeras nilai moneter dan detail perjanjian perlu dibuka untuk publik demi keadilan pasar.

Kesepakatan itu juga mendapat sorotan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menanggapi komentar Trump yang meragukan merger tersebut, Sarandos mengaku heran dan memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.

Ke depan, Sarandos memproyeksikan bahwa dalam lima tahun mendatang Hollywood akan memiliki ekosistem bisnis yang lebih sehat berkat suntikan sumber daya dari Netflix. Ia menilai akuisisi ini menjadi kunci untuk membuat karya sinematik lebih besar dan menjangkau audiens global dengan lebih efektif.