BERITA TERKINI
Tradisi Kerokan Diperkenalkan di Studio Yoga New York Lewat Presentasi Wellness

Tradisi Kerokan Diperkenalkan di Studio Yoga New York Lewat Presentasi Wellness

Tradisi kerokan, metode yang di Indonesia kerap diyakini membantu meredakan “masuk angin”, diperkenalkan ke lingkungan studio yoga di New York, Amerika Serikat. Annette Pramono, praktisi yang tengah menjalani pelatihan guru yoga, menjadi penggagas pengenalan praktik tersebut kepada rekan-rekan dari berbagai negara.

Annette mengatakan ide itu bermula dari tugas akhir yang mengharuskan peserta mempresentasikan topik wellness. Di tengah beragam tema lain seperti Ayurveda dari India dan Qigong dari China, ia memilih memperkenalkan kerokan dengan koin dan minyak angin, sekaligus menjelaskan konteks budaya di baliknya.

Menurut Annette, pengalaman tersebut bukan sekadar pemenuhan tugas, melainkan upaya personal untuk membawa kearifan lokal Nusantara ke ruang modern di kota yang serba cepat. Ia menyebut sejumlah temannya dari Eropa dan Amerika sudah familiar dengan produk Tolak Angin, namun ia ingin menjelaskan lebih jauh tentang praktik dan latar budayanya.

Meski awalnya muncul secara spontan, Annette menyatakan ia mempersiapkan materi secara matang agar dapat diterima oleh audiens internasional yang cenderung logis. Ia menyiapkan penjelasan tertulis mengenai definisi masuk angin, gejala-gejala, cara meredakan, peran Tolak Angin, hingga beberapa pose yoga sederhana yang ditujukan untuk membantu mengurangi rasa kembung.

Salah satu tantangan terbesar, kata Annette, adalah menerjemahkan istilah “masuk angin” yang tidak memiliki padanan medis langsung dalam bahasa Inggris. Ia kemudian menggunakan analogi “under the weather” atau gejala mirip flu, disertai penjelasan mengenai pemicu seperti kehujanan, terlalu banyak terkena angin, kelelahan, atau perubahan cuaca.

Untuk memudahkan pemahaman tekniknya, Annette juga menganalogikan kerokan dengan Gua Sha, teknik pemijatan asal China yang dikenal luas di dunia kecantikan global. Ia menekankan bahwa kerokan merupakan praktik tradisional yang spesifik berasal dari budaya Indonesia.

Dalam sesi praktik, Annette membawa perlengkapan dari Indonesia, termasuk koin dan minyak tawon asli Makassar bertutup putih. Peralatan sederhana itu memicu rasa penasaran peserta, namun reaksi kaget muncul ketika mereka melihat bekas merah di kulit setelah dikerok. Annette segera menjelaskan bahwa bekas tersebut mirip dengan cupping atau bekam, yang menurutnya sedang populer di New York, sehingga peserta lebih mudah menerima.

Respons peserta beragam, dari rasa geli di awal hingga sensasi sedikit sakit saat proses berlangsung. Namun Annette menyebut hampir semua peserta mengaku merasa lebih rileks setelah sesi selesai. Sejumlah testimoni juga menyebut tubuh terasa lebih ringan pada keesokan harinya.

Melihat antusiasme tersebut, Annette menyatakan optimistis pengobatan tradisional Indonesia dapat diterima dalam tren kesejahteraan global. Ia menilai praktik seperti kerokan bukan sekadar kebiasaan lama, melainkan pendekatan holistik yang selaras dengan ketertarikan masyarakat modern terhadap metode alami. Annette mengatakan ingin mengadakan sesi serupa lagi karena respons yang ia terima dinilai positif dan banyak peserta ingin mencoba ulang.